SuaraJabar.id - Kedua anak almarhum Bripka Rahmat Effendy bernama Grace Cenia Effendy (18) dan Tito Rachmat Effendy (13) sangat kehilangan sosok ayahnya.
Meski ayahnya tewas ditembak temannya sendiri yang juga polisi, anak pertama Grace Cenia memiliki cita-cita menjadi Polwan mengikuti jejak ayahnya sebagai anggota Polri.
Cita-cita itu pun sudah diketahui sangat Kakek Arsyad Muhammad Zaelani (70), ayah Bripka Rachmat Effendy (41).
"Anak tertua, itu Grace, yang mau jadi polisi juga seperti bapaknya," ujar Arsyad, Jumat (26/7/2019).
"Walaupun anak saya hidupnya berakhir seperti ini, saya tetap dukung cucu saya untuk jadi Polwan," tuturnya.
Sementara Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf mengaku sangat kehilangan sosok Rahmat yang dikenal ramah selama berdinas.
"Kami kehilangan sosok Bripka Rahmat yang baik dan ramah," ucap Yusuf kepada wartawan di pemakaman TPU Jonggol, Kabupaten Bogor.
Untuk mengenang jasanya selama bertugas di kepolisian, Yusuf pun berjanji akan mengupayakan kenaikan pangkat. Alasannya, Brigadir Rahmat tewas saat sedang bertugas.
"Kami sedang upayakan kenaikan pangkat, karena almarhum meninggal dunia dalam melaksanakan tugas," kata dia.
Baca Juga: Jejak Darah di Polsek Cimanggis, Polisi Tembak Mati Polisi
Seperti diberitakan sebelumnya, tragedi berdarah bermula setelah Bripka Rahmat dan Brigadir Rangga terlibat cekcok di Polsek Cimanggis pada Kamis (25/7/2019) sekira pukul 20.30 WIB. Rangga meminta agar keponakannya berinisial FZ dibebaskan setelah ditangkap Bripka Rahmat karena terlibat aksi tawuran.
Namun, saat itu, Rahmat menjawab dengan nada keras, jika proses sedang berjalan dan FZ tidak bisa dibebaskan begitu saja karena membawa sajam berupa celurit. Diduga kandung emosi, Brigadir Rangga ternyaa mengeluarkan senjata api jenis HS 9 dan langsung memberondong tujuh tembakan ke tubuh Rahmat.
Terkait penembakan itu, Rahmat pun tewas seketika di ruangan SPKT Polsek Cimanggis dengan luka di bagian dada, leher, paha dan perut.
Buntut dari kasus tersebut, Brigadir Rangga lalu ditangkap dan telah digelandang ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa terkait kasus pembunuhan terhadap sesama anggota polisi.
Berita Terkait
-
Anak Ditembak Polisi di Polsek, Ayah Bripka Rahmat Sangat Terpukul
-
Tragedi Polsek Cimanggis, Kriminolog: Polisi Termakan Egonya Sendiri
-
Dibunuh Rekan Polisi, Pimpinan Upayakan Naikkan Pangkat Bripka RE
-
Tangisi Pusara Bripka Rahmat Efendy, Tito: Bukakan Pintu Surga Ya Allah
-
Suasana Haru Iringi Pemakaman Polisi Korban Penembakan Polisi
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
BRI Private Hadirkan Premium Medical Check Up, Dukung Nasabah Jaga Kesehatan
-
Ombudsman Temukan Bangunan Khusus di Lapas Cibinong, Fasilitas Disebut Bak Apartemen
-
Lewat BRI inFrame 2026, Kisah Ekonomi Kerakyatan Indonesia Diabadikan dalam Bingkai Fotografi
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tiga Orang Disomasi, Gus Ipul: Jangan Kembangkan Fitnah Apalagi ke NU