SuaraJabar.id - Pemkot Bogor menjanjikan kasus diskriminasi terhadap Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin yang sudah bergulir sejak tahun 2016 akan tuntas 2019 ini.
Juru bicara GKI Yasmin, Bona Sigalingging menyambut baik optimisme tersebut. Ia melihat pemerintah sudah menunjukan konsistensi dan perhatiannya terhadap permasalahan GKI Yasmin.
"Kami menyambut baik optimisme pak Bima (Wali Kota Bogor). Kami melihat pak Bima cukup konsisten beri perhatian pada penyelesaian kasus ini dan kami berharap tahun ini kelar seperti yang disampaikan beliau," kata Bona, saat dihubungi Suara.com, Kamis (15/8/2019).
Menurut Bona, pihaknya sudah memiliki tim untuk berdikusi dengan Wali Kota Bogor Bima Arya.
Baca Juga: Persiapan Natalan GKI Yasmin dan Filadelfia ke 169 di Istana
"Sudah ada tim GKI untuk berdiskusi dengan wali kota. Wali kota juga menampakkan keseriusan dalam menyelesaikan kasus ini," katanya.
Ia berharap permasalahan GKI Yasmin segera selesai dengan cara yang baik tanpa mencari-cari kesalahan terdahulu. Hal itu demi menciptakan dan menjaga toleransi antar umat beragama di Kota Bogor.
"Kami sama-sama berharap kasus ini segera selesai dalam waktu tidak lama lagi, dengan cara yang baik, tanpa harus mencari kesalahan masa lalu, tapi fokus pada masa depan yang kita harapkan akan lebih baik terkait toleransi di Bogor," ujar Bona.
Untuk diketahui, Mahkamah Agung (MA) melalui putusan Nomor 127 PK/TUN/2009 pada 9 Desember 2010 menolak permohonan peninjauan kembali (PK) Pemkot Bogor terkait pembekuan IMB GKI Yasmin.
Namun, Pemkot Bogor dalam kepemimpinan Diani Budiarto kala itu justru menerbitkan Surat Keputusan Nomor 645.45-137 Tahun 2011 tentang Pencabutan IMB GKI Yasmin pada 11 Maret 2011.
Baca Juga: GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia Kembali Natalan di Seberang Istana
Diani tidak mau mematuhi putusan MA tersebut karena ada pemalsuan tanda tangan oleh ketua RT setempat, Munir Karta, dalam proses penerbitan IMB.
Berita Terkait
-
Jalur Puncak Hari Ini: Pemudik Balik Campur Wisatawan, Macet Tak Terhindarkan?
-
Hari Ini, Contraflow Diberlakukan di Tol Jagorawi Arah Puncak
-
Wajib Coba! Bakso Seuseupan, Ikon Kuliner Lebaran Bogor Sejak 1984
-
Kronologi Kades Klapanunggal Minta Jatah Rp165 juta ke Perusahaan Berkedok THR
-
Escape to Bogor: 7 Tempat Wisata Sejuk untuk Refreshing Saat Libur Lebaran
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar