SuaraJabar.id - Warga Kampung Babakan RT 3, RW 4, Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat menggelar lomba panjat pinang di hari kemerdekaan ke-74, Sabtu (17/8/2019).
Pesertanya adalah warga setempat dengan pasien sakit jiwa binaan Yayasan Zambrud Biru yang berlokasi di wilayah setempat.
Panjat pinang ini menjadi perhatian yang menarik warga setempat. Soalnya, baru pertama kali ada pasien sakit jiwa yang ikut andil dalam hari kemerdekaan.
"Ini pertama kali, menarik aja lucu ada pasien sakit jiwa ikut panjat pinang," kata warga setempat, Reza (25) kepada Suara.com.
Dari pantauan di lapangan, terdapat empat kelompok panjat pinang. 3 diantaranya adalah warga alias masyarakat sipil normal dan 1 kelompok pasien sakit jiwa.
Panjat pinang ini memperebutkan hadiah uang tunai sebesar Rp 400 ribu dan sejumlah perabotan rumah tangga serta bahan pokok makanan.
Sebelumnya, para penyandang disabilitas ini pun sempat menggelar upacara bendera untuk memperingati dirgahayu RI ke-74. Setelah itu, para pasien pengidap gangguan jiwa ini juga sempat mengikuti lomba joget balon yang diadakan petugas Yayasan Zambrud Biru.
Kontributor : Mochamad Yacub Ardiansyah
Baca Juga: Hari Kemerdekaan, Pasien Sakit Jiwa Hormat Bendera sampai Lomba Joget Balon
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Tiga Tahun Disekap Kekasih di Bandung, Pesan Kabar Baik ke Keluarga Ternyata Akal-akalan Pelaku
-
Misteri Pesan WA Anonim Ungkap Penyekapan Tragis 3 Tahun di Bandung
-
Hubungi Keluarga Korban via Telepon, Hotman Paris: Jangan Takut, Laporkan Jika Ada Korban Lain
-
Hotman Paris Beri Pendampingan Hukum Gratis untuk Korban Penganiayaan di Bandung
-
Pemeriksaan Perdana Kasus Korupsi Tunjangan DPRD, Wabup Indramayu Syaefudin Diperiksa Kejati Jabar