SuaraJabar.id - Kasus peredaran video mesum berjudul Vina Garut yang diperankan Warga Garut dengan pengambilan gambar di wilayah tersebut saat ini sedang dalam pemeriksaan Kepolisian Resor (Polres) Garut.
Polres setempat saat ini sedang melakukan pemeriksaan digital forensik video mesum tersebut untuk mengetahui fakta baru tentang tersangka perempuan yang diduga masih di bawah umur.
"Kami lakukan pemeriksaan digital forensik, objek penyidikannya kepada dua video yang viral," kata Kepala Satuan Reskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng seperti dilansir Antara di Garut pada Jumat (23/8/2019).
Ia menuturkan, barang bukti video asusila dengan pemerannya orang Garut telah dikirim ke Mabes Polri untuk dilakukan pemeriksaan digital forensik agar dapat diketahui waktu pengambilan video tersebut. Hasil keterangan sementara, kata dia, video tersebut sengaja direkam pada tahun 2018, sementara bulannya belum dapat dipastikan.
"Kami periksa bulannya kapan, karena ada yang bilang Juni, Oktober," ucapnya.
Ia menjelaskan tujuan pemeriksaan digital forensik itu untuk mengungkap fakta lain, jika video direkam setelah bulan April 2018, maka tersangka V sudah dewasa atau sudah berusia 18 tahun.
Namun, video yang menayangkan hubungan dengan tiga pria itu direkam sebelum April 2018, kata Maradona, maka orang yang ada dalam video itu bisa disangkakan pasal berlapis di antaranya pasal perlindungan anak.
"Kalau di bawah April, V ini bisa jadi korban karena masih di bawah umur, pria yang ada di video bisa dikenakan pasal berlapis," katanya.
Ia menambahkan, Polres Garut masih mengejar tersangka lain termasuk pria yang memakai topeng dalam kasus pembuatan dan penyebaran video asusila tersebut. Meski begitu, ia menambahkan identitas tersangka yang belum ditangkap sudah diketahui dan hanya menunggu waktu untuk segera menangkapnya.
Baca Juga: Pemain Perempuan di Video Mesum Vina Garut Terpaksa Senyum karena Dipaksa
"Nanti pelaku lain masih dikejar, kalau sudah ada nanti akan diberi tahu," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya
-
Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor
-
Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen
-
Kecelakaan Maut di Bekasi: Rem Blong, Truk Molen Hantam Halte dan Tewaskan 6 Orang
-
Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain