Ayah tiga anak itu pun sempat mengikuti kelas penempaan yang digagas oleh American Bladesmith Society (ABS), di Belgia. Setelah banyak melakukan diskusi dengan pandai besi luar, Ibnu mengaku mendapatkan ilmu lebih terkait penempaan.
"Ya Mereka juga mengatakan penempaan di kita juga bagus cuma ada yang hilang dari sisi heat treatment (perlakuan panas). Kita punya budaya yang lebih panjang lagi dari budaya orang Eropa, kita harus gali lagi," ucapnya.
Membuat Kujang Untuk Anak Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan
Sangat banyak karya Ibnu terkait pembuatan pusaka seperti keris ataupun kujang. Namanya pun cukup tenar di kalangan orang-orang yang tertarik dengan kepusakaan.
Pada Februari 2018 lalu, ada yang memesan kujang kepada Ibnu. Menurut Ibnu, orang itu memesan kujang untuk Necmettin Bilal Erdogan yang tiada lain merupakan putra Presiden Turki Recep Erdogan.
Saat itu, Komunitas Panahan Berkuda Indonesia (KPBI) mewakili Indonesia mengikuti Forum konfederasi Etnosport Internasional di Natalya, Turki pada 17-18 Februari 2018.
"Jadi waktu itu ada kontingen panahan dari Indonesia yang berangkat ke Turki mau ngasih cinderamata ke Bilal, bilang ke saya mau kujang," jelasnya.
Namun, harga yang disodorkan KPBI untuk sebuah kujang buatan Ibnu ternyata tidak masuk budget. Walhasil, Ibnu pun akhirnya menganggap kalau kujang buatannya itu sebagai upaya untuk mengharumkan nama bangsa.
"Oh ya udah saya bilang kalau memang begitu kita nego. Ya udah saya bilang punya budget berapa? Itu harganya kalau mau saya jual dengan harga murah juga tidak masuk. Ya udah anggap ajalah gua ngebantuin Indonesia," Ibnu menerangkan.
Baca Juga: Gudang Amunisi yang Meledak Ternyata Berbatasan Langsung Dengan Permukiman
Kujan yang diberikan kepada Bilal Erdogan, bikinan Ibnu memang bukan kujang sembarangan. Dari penampilannya pun tampak kalau kujang itu istimewa. Bilah pusaka kebanggan orang Sunda itu terbuat dari pamor.
Pamor merupakan guratan terang dalam sebuah bilah akibat proses penempaan dua material logam hingga beberapa ratusan bahkan ribuan lapis. Warna yang ditimbulkan biasanya garis-garis warna hitam dan putih.
"Waktu itu cuma dikasih Rp 6 jutaan gitu. Harusnya biayanya pembuatannya aja sekitar Rp 10 jutaan, bilahnya pamor dan tentunya kujangnya nggak sama kalau kita biasa lihat yang di jalan Braga," ucapnya.
Dalam membuat keris ataupun kujang, biasanya Ibnu mematok harga mulai dari Rp 30 juta ke atas. Pernah dia berkarya membuat sebuah keris dan dihargai hingga Rp 60 juta.
Mendirikan Pijar Komunitas Menempa Indonesia
Berawal dari pertanyaan seorang kawan yang mendatangi stand pusaka kujang dan keris milik Ibnu bersama rekannya Galih saat mengikuti acara festival Bandung Masa Kini pada 2011 lalu, menjadi ide awal terbentuknya Pijar Komunitas Menempa Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Drama Karpet Kuning di Bandung: Teka-teki Izin Kepolisian yang Membayangi Musda Golkar Jabar
-
Dua Perahu Karet Sisir Jalur Maut: Jejak Aris Masih Nihil Setelah Truknya Terjun ke Sungai Citanduy
-
WFH ASN Dimulai! Wali Kota Sukabumi Tegaskan Guru, Nakes, dan Pejabat Tetap di Lapangan
-
ASN Resmi WFH Setiap Hari Jumat: Pemkab Sukabumi Siapkan Skema Pengawasan
-
Siswa Girang! Makan Bergizi Gratis di Cianjur Kini Pakai Sistem Prasmanan, Porsi Terasa Lebih Banyak