SuaraJabar.id - Siswa sekolah luar biasa (SLB) di Perumahan Taman Wisma Asri Kelurahan Teluk Pucung Kota Bekasi Jawa Barat terpaksa belajar di Pos RW 11 wilayah setempat. Lantaran, atap sekolah mereka roboh sehingga mengganggu aktivitas kegiatan belajar mengajar.
Kepala SLB tipe C Pariwisata Bundaku, Anggraeni Puspa Sari mengatakan peristiwa robohnya atap bangunan di tempatnya mengajar, terjadi sejak Rabu, 25 September 2019 lalu. Saat kejadian, tidak sedang berlangsung kegiatan belajar mengajar.
"Sekarang untuk sementara anak-anak kami belajar di Pos RW 11 depan Alun-alun Taman Wisma Asri," kata Anggraeni, Kamis (17/10/2019) kepada Suara.com.
Robohnya atap bangunan itu terletak di gudang sekolah, tepat di samping ruang kelas siswa belajar. Hal itu yang membuat proses KBM di SLB tipe C Pariwisata Bundaku dipindakan ke Pos RW.
"Kalau dipaksakan di sekolah, kami khawatir terjadi apa-apa, makanya untuk sementara belajar di Pos RW. Kami izin sama RT/RW sampai Juli 2020 mendatang," ungkapnya.
Anggareni menyampaikan, sampai saat ini belum mendapat bantuan anggaran perbaikan bangunan dari Pemkot Bekasi. Namun, dia memaklumi lantaran sekolahnya belum mempunyai izin operasional.
"Belum ada bantuan dalam bentuk dana, adanya bantuan untuk alat tulis belajar anak-anak, seragam dan tenda satu unit," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah mengatakan, jika SLB tersebut berada di bawah Yayasan Handani. Kekinian, pihaknya telah meminta agar yayasan dapat memenuhi izin operasional sekolah itu.
"Bantuan tidak dapat diberikan lantaran tidak ada izin operasional, makanya kami sarankan utnuk mengurus izin secepatnya," kata dia.
Baca Juga: Siswa Tunanetra di SLB Tertua Telantar, Cuitan Mahasiswa Ini Viral
Dia menegaskan, pengurusan izin operasional sekolah tidak dipungut biaya. Inay juga siap membantu untuk menempuh proses perizinan SLB tipe C Pariwisata Bundaku itu.
"Proses perizinan SLB itu wewenang provinsi namun kita tetap akan bantu. Perijinan merupakan dasar dan wajib ditempuh. Untuk mengurus perijinan tidak di pungut biaya," tegas Inayatullah.
Direktur Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud RI, Sanusi mengapresiasi langkah pemerintah setempat yang cepat tanggap dalam persoalan yang di hadapai SLB tipe C Pariwisata Bundaku.
Ia menyampaikan, terlepas belum mempunyai izin operasional, pihak yayasan dan pengelola sekolah tersebut harus dihargai lantaran mau mengajarkan anak-anak berkebutuhan khusus untuk menuntut ilmu.
"Ini adalah langkah yang luar biasa. Saya mengapresiasi karena Pemda telah memfasilitasinya," imbuh Sanusi saat di hubungi.
Sebagai informasi, SLB tipe C Pariwisata Bundaku terdapat beberapa tingkat mulai dari Taman Kanak-Kanak sampai dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bagi anak berkebutuhan khsusus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa
-
Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar
-
Eks TA DPR Adi Harnowo Bantah Terlibat Penjualan Pita Cukai Palsu
-
Bermodus COD, Polisi Sita 1.241 Butir Obat Keras Ilegal di Bekasi
-
BMKG Rilis Imbauan Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Perairan Indonesia, Berlaku 14-17 September