SuaraJabar.id - Kemacetan yang mengular hingga memakan waktu 12 jam di Jalur Puncak-Cianjur terjadi sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi. Warga pengguna jalan tersebut mengakui kemacetan tersebut di luar kebiasaan selama ini.
"Hitungan waktu dari keluar tol Ciawi di Bogor sampai rumah di Kampung Pasekon, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, hampir 12 jam, padahal biasanya hanya ditempuh selama satu jam kalau malam hari," kata Dirman yang sempat terjebak antrean di Jalur Bogor-Puncak seperti dilansir Antara di Cianjur, Minggu (10/11/2019).
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi kendaraan sewa itu menuturkan hal tersebut bukan pertama kali terjadi karena macet total yang selalu terjadi di kawasan Puncak pada saat libur panjang akhir pekan.
"Kali ini lagi, setelah musim mudik, saya mengalami macet sampai 12 jam di tengah jalan. Laju kendaraan merayap sepanjang beberapa meter dan berhenti hingga satu jam," katanya.
Dia berharap pembangunan jalur Puncak II sebagai solusi macet parah di jalur Puncak itu, segera terealisasi sesuai dengan janji-janji saat saat kampanye Pilpres.
"Ini solusi satu-satunya agar Puncak tidak lagi macet. Biasanya tidak sampai separah ini setelah diberlakukan sistem satu arah. Harapan kami Jalur Puncak II segera terwujud," katanya.
Senada dengan Dirman, Hendi Saeful Maladi, pelaku usaha sayur mayur yang memasok ke sejumlah pasar modern di Jabodetabek mengaku mengalami kerugian hingga jutaan Rupiah setiap jalur Puncak macet total.
"Satu hari kemarin, sayuran yang kami kirim tidak sampai ke Jakarta karena macet parah di Jalur Puncak. Sebagian besar sayur yang dikirim membusuk karena kelamaan di atas mobil," katanya.
Dia dan pengusaha lainnya berharap Jalur Puncak II segera terealisasi agar pelaku usaha tidak lagi merugi karena sayuran yang mereka kirim tidak sesuai kualitas yang masih segar sesampainya di tangan pemesan.
Baca Juga: Jalur Puncak Gunakan Sistem Kanalisasi 2-1, Ini Komentar Pengamat
"Kalaupun ada jalur alternatif Jonggol atau Sukabumi membuat jarak tempuh semakin panjang, sehingga sayur yang dikirim kualitasnya berkurang. Jalur Puncak II solusinya karena lebih dekat dan cepat sampai tujuan," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Wisata Kuliner D'Kambodja Heritage by Anne Avantie di Semarang Manjakan Lidah Pengunjung
-
Layanan Keuangan di Bakauheni Tak Lagi Terkendala Berkat BRILink Agen
-
MBG Hadirkan Pekerjaan dengan Pendapatan Layak untuk Warga Lokal
-
7 Fakta Kelam Kasus Rudapaksa Karawang: Saat Rasa Percaya Berujung Trauma Mendalam
-
Aksi 'Kucing-kucingan' Truk Sumbu 3 di Sukabumi: 75 Armada Terjaring Penyekatan Saat Arus Balik