SuaraJabar.id - Bangkai seekor penyu hijau (Chelonia mydas) kembali ditemukan terdampar di pantai yang berada di Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi pada Selasa (24/12/2019). Penemuan tersebut kali pertama dilihat oleh warga yang sedang memancing di sekitar Pantai Pangumbahan, Desa Pangumbahan sekitar pukul 17.00 WIB.
Staf konservasi penyu Pangumbahan Syaif mengemukakan hal tersebut kepada Sukabumiupdate.com-jaringan Suara.com pada Selasa (24/12/2019).
"Ditemukan oleh pemancing sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan konservasi penyu Pangumbahan dalam keadaan mati," ujarnya.
Dikemukakannya, penyu yang mati tersebut berjenis kelamin jantan dengan berat kurang lebih 75 kilogram. Panjang penyu tersebut diketahui 140 centimeter dan lebar tempurung 85 centimeter. Diperkirakan penyu tersebut berusia 50 tahun.
"Bangkai penyu tersebut datang dari tengah laut, saat ditemukan sudah mulai bengkak, membusuk dan mengeluarkan bau menyengat, tidak ditemukan ada luka jadi penyebab kematian tidak diketahui. Bangkai penyu sudah dikubur di lokasi pesisir pantai, dekat dengan awal ditemukan," katanya.
Meski begitu, kejadian penyu hijau mati bukan hanya sekali terjadi. Sebelumnya seekor penyu jantan yang memiliki panjang tempurung 80 centimeter dengan lebar 60 centimeter juga ditemukan mati di pesisir Pantai Cibanteng, Kecamatan Ciracap pada Jumat (8/11/2019) silam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Mengenal Simpadampro: Aplikasi Futuristik Damkar Bogor yang Bisa 'Ramal' Kebakaran
-
Kontrak Ratusan Ton Sampah Tangsel ke Cileungsi Terbongkar
-
Bikin Warga Gatal dan Bau Menyengat, Usaha Limbah B3 di Parungpanjang Disegel Pemkab Bogor
-
5 Surga Wisata Kuliner Kota Bogor yang Wajib Dicoba, Dari Legendaris hingga Kekinian
-
BRI-Kemenpora Dorong Atlet SEA Games 2025 Jadi Juara di Arena dan Finansial