SuaraJabar.id - Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda menanggapi soal petinggi Sunda Empire, Rangga Sasana, yang kekinian memakai baju tahanan selepas ditetapkan sebagai tersangka.
Ia menilai, hal itu sebagai halusinasi yang berujung musibah. Pernyatan tersebut disampaikan Abu Janda melalui cuitan yang dibagikan di akun Twitter pribadinya @permadiaktivis.
Abu Janda membandingkan dua foto Rangga Sasana, yakni saat memakai seragam dengan baju tahanan.
Ia lantas menyamakan halusinasi petinggi Sunda Empire tersebut dengan mereka yang pro khilafah.
"Halu bawa musibah. Sebenarnya sama halunya sama yang mau tegakkan khilafah," cuit Abu Janda seperti dikutip Suara.com, Rabu (29/1/2020).
Ia mengatakan, oknum pro-khilafah lebih berbahaya dibandingkan halusinasi petinggi Sunda Empire, sehingga mestinya turut ditangkap aparat.
"Bedanya supreme leader Sunda Empire tidak jualan ayat jadi cepat dicokok aparat. Sedangkan kaum Halu Khilafah pakai ayat jadi tameng, padahal mereka lebih halu lebih bahaya."
Selang satu jam diunggah, cuitan Abu Janda itupun telah mendapat 196 retweets dan 592 likes.
Untuk diketahui, tiga foto petinggi Sunda Empire pakai baju tahanan viral di media sosial. Ketiganya yakni Rangga Sasana, Nasri Bank dan Raden Ratna Ningrum.
Baca Juga: Dua Pemain PSM Makassar Diganjar Kartu Merah, Hodak Kritik Wasit
Mereka ditangkap Polda Jawa Barat dan menyandang status sebagai tersangka dugaan penyebaran berita bohong alias hoaks.
Rangga Sasana juga mengakui akan menyiapkan pengacara untuk membantu proses hukum.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Indonesia Masuk Nominasi AFC Awards 2026, PSSI Bersaing dengan Kamboja dan Myanmar
- 4 Slip On Lokal Terbaik Menurut Review Pengguna, Empuk Buat Jalan Jauh hingga Jogging
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Polda Jabar Bongkar Pabrik Obat Keras Ilegal Berkapasitas 8 Juta Butir per Hari
-
UI Hubungkan Inovasi Mahasiswa dengan Tata Kelola AI dan Kebutuhan Industri
-
Buky Wibawa Pimpin PSSI Jabar, Erick Thohir: Bangun Sepak Bola Butuh Persatuan
-
BGN Usut Kasus Dugaan Penganiayaan KPPG Bogor
-
IRT di Sukabumi Ditemukan Tewas, Motor Hilang, Pesan Terakhir Jadi Teka-teki