SuaraJabar.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya menyebutkan bencana banjir yang sering melanda wilayah Kecamatan Sukaresik, Tasikmalaya, Jawa Barat pada setiap musim hujan akibat adanya pendangkalan dan pertemuan dua sungai di daerah itu yaitu Sungai Citanduy dan Sungai Cikidang.
"Wilayah itu jadi daerah banjir akibat Sungai Citanduy dan Sungai Cikidang dangkal kemudian meluap," kata Pelaksana tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin kepada wartaan di Tasikmalaya, Selasa.
Daerah yang cukup parah terdampak banjir yakni Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, menyebabkan air menggenangi pemukiman rumah penduduk dan jalan.
Menurut dia, dua sungai besar itu sudah dangkal dan sempit akibatnya saat hujan deras dan berlangsung lama membuat air sungai meluap kemudian menggenangi rumah penduduk.
Di Desa Tanjungsari juga merupakan tempat pertemuan aliran Sungai Cikidang dengan Citanduy, katanya.
BPBD Tasikmalaya sudah menyampaikan permasalahan banjir akibat luapan sungai tersebut ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy yang berwenang dalam menangani sungai tersebut.
Diharapkan BBWS segera memantau kondisi aliran sungai, kemudian melakukan upaya seperti pengerukan agar tidak terjadi luapan sungai saat terjadi hujan deras.
"Kami harap BBWS segera mengatasinya agar tidak terjadi lagi banjir," kata Nuraedidin.
Sebelumnya, hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Sukaresik, Sabtu (22/2) malam menyebabkan pemukiman rumah warga di wilayah itu terendam banjir. Air mulai surut menjelang Minggu (23/2) petang.
Baca Juga: Pemkab Tasikmalaya Kirim Arkeolog di Lokasi Patung Manusia Kerdil
Sumber: Antara
Berita Terkait
-
Diguncang Gempa Tasik, Tembok Penahan Tebing di Limbangan Ambrol
-
Takut Ditagih LPJ Keuangan, Kades Neglasari dan Kakak Bakar Kantor Sendiri
-
Batu Misterius Ditemukan di Tasikmalaya, Bentuknya Seperti Manusia Kerdil
-
Miris, Siswa SD di Tasikmalaya Belajar di Kelas yang Nyaris Roboh
-
Ditanya Soal Harun, Ketua KPK Menghindar dan 4 Berita Populer Lain
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Isak Tangis Ibu Kandung NS di Sukabumi: Minta Keadilan atas Kematian Tragis Anaknya
-
5 Poin Penting Ibu Tiri NS di Sukabumi Bantah Keras Tuduhan Kekerasan
-
Kabupaten Bogor Kembali Raih Opini WTP: Bukti Nyata Transparansi di Bawah Kepemimpinan Rudy-Ade
-
Ibu Tiri di Sukabumi Bantah Tuduhan: NS Meninggal Karena Sakit, Bukan Kekerasan
-
13 Gadis Jawa Barat Terjebak TPPO: Gaji Menggiurkan Berujung Neraka Eksploitasi