SuaraJabar.id - Wali Kota Depok Mohammad Idris membantah mengungkap data alamat dua warganya positif virus Corona dalam konferensi pers yang digelar di Balai Kota Depok, Senin (2/3/2020). Belakangan Idris dikecam karena membuka data pribadi 2 warga Depok terinfeksi corona.
Idris menyampaikan, saat konferensi pers dirinya hanya memastikan alamat dua warga positif virus Corona. Sebab, ia tidak tahu alamat pasti dan nama dua warga itu.
"Dalam konferensi pers saya tidak menyebutkan nama dan alamat rumahnya,” kata Idris di kantornya di Depok, Rabu (4/3/2020).
“Memang ketika itu, saya sedang mencari tahu. Lalu saya tanyakan ke asisten saya, perumahan apa? Ini apakah yang ada di Sukmajaya atau yang ada di tempat lain,” kata Idris.
“Mungkin kata-kata itu terdengar oleh wartawan,” katanya.
Selain itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Depok Hardiono pun membela Wali Kota Depok bahwa Idris tidak membuka alamat dan nama dua warga positif virus Corona.
Sebab, dalam konferensi pers Wali kota ditemani Kepala Diskominfo Depok.
"Kata Kadiskominfo, Pak Wali tidak bilang seperti itu, " ucap Hardiono.
Hardiono meminta agar data pribadi warga positif virus Corona tidak disebarkan lagi. Kalau mendapatkan data itu, cukup mengungkapkan inisial nama dan umur kedua pasien saja.
Baca Juga: Dampak Virus Corona, Honda Pangkas Produksi di Dua Pabriknya
"Kalau etika kedokteran, itu nggak perlu, cukup inisial saja, kan kita punya medical record, itu pribadi, privasi banget," pungkasnya.
Dikecam SAFEnet
Wali Kotak Depok Mohammad Idris menuai kritik dari Pembela Kebebasan Berekspresi Asia Tenggara (SAFEnet) terkait dua warganya yang terinfeksi virus corona.
Idris dinilai lalai lantaran mengungkap data pribadi dua pasien tersebut ke muka umum.
Diketahui dalam konferensi pers yang digelar di Balai Kota Depok, Senin (2/3/2020), Idris mengumumkan dua warganya positif terjangkit virus corona.
Selain itu, ia juga membeberkan kronologi serta tempat tinggal dua warga tersebut.
Berita Terkait
-
Warganet Sebut Indonesia Bisa Meniru Cara Singapura Tangani Virus Corona
-
Rupiah Mulai Merangkak Naik Usai Dihantam Virus Corona
-
Jamaah Umrah Diduga Corona Masih Diisolasi di RS Rotinsulu Bandung
-
2 Warga Depok Positif Corona, Pemerintah Pelototi Dampak Ekonominya
-
Marak Fenomena Panic Buying karena Corona, Ini Cara Meresponsnya!
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- 7 Cara Membuat Pengharum Ruangan Wangi Tahan Lama Meski Rumah Tidak Pakai AC
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Jadwal Gila 5 Laga 14 Hari, Persib Bandung Tetap Pasang Target Menang di Kandang Madura United
-
Tipu Pembelian 138 Sapi Kurban, Pedagang di Tasikmalaya Rugikan Korban Rp716 Juta
-
Kasus Pembacokan Berdarah Polisi dan Warga, Ini Penjelasan Kapolres Ciamis
-
Deby Vinski Bawa Nama Indonesia ke London, World Consensus Stem Cell Digelar Perdana di Inggris
-
Bea Cukai Jabar Sita 88,2 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp152,69 Miliar