SuaraJabar.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menertibkan ratusan lapak liar yang didirikan pedagang kaki lima (PKL) di Kawasan Pasar Anyar. Pedagang tersebut dinilai telah membuat masyarakat berjerumun sehingga melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, Selasa (19/5/2020) pagi, para petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol), Dinas Perhubungan, TNI hingga Polisi sudah tampak menertibkan ratusan lapak di Pasar Anyar.
Lapak-lapak yang ditertibkan dan dipaksa dihancurkan oleh aparat ini kebanyakan menjual barang-barang yang tidak dikecualikan dalam aturan PSBB seperti pakaian hingga pernak-pernik aksesoris.
Untuk diketahui, sebelumnya beredar video yang memperlihatkan kondisi pasar di Bogor, Jawa Barat penuh sesak dengan orang. Video pasar di Bogor ramai sesak ini pun viral di media sosial.
Kondisi pasar yang penuh dengan penjual dan pembeli ini tampak tidak menaati aturan PSBB yang diberlakukan pemerintah.
Seperti dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @bogor24update pada Minggu (17/5/2020).
"Viral kondisi Pasar Anyar, Minggu 17 Mei 2020, siang. Kondisi ramai ini di tengah pemberlakuan PSBB tahap 3 di Kota Bogor," tulis akun @bogor24update.
Dalam video tersebut tampak banyak sekali orang memadati jalan. Video ini direkam di perlintasan rel kereta api Jln. Moh. A Salmun, Bogor dekat Pasar Anyar.
Beberapa orang juga nekat melintasi rel kereta padahal palang telah menutup dan sirine juga berbunyi tanda kereta akan mendekat.
Baca Juga: Virus Corona Bikin Indro Warkop Jadi Lebih Religius
Tampak banyak sekali pengendara motor berdempetan. Mereka tidak menerapkan jaga jarak seperti diimbau pemerintah. Jalanan juga terlihat macet dengan begitu banyak kendaraan.
Berita Terkait
-
Kewalahan Awasi Pedagang Tanah Abang, Camat Ngeluh Kurang Petugas Satpol PP
-
Takut Rugi, Pedagang Pasar di Malang Masih Buka saat PSBB Malang Raya
-
Diduga Tak Laku karena Wabah Corona, Pedagang Buang Sayuran ke Sungai
-
Dilema Pedagang Keliling: Kami Juga Takut Kena Corona
-
Imbas Pandemi, Pedagang Kaki Lima New York Menjerit
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Program Magang Nasional BRI Dapat Apresiasi Menaker, Siapkan Generasi Muda Masuki Dunia Kerja
-
Update Dugaan Keracunan MBG di SMPN 2 Cisarua, Jumlah Siswa Terdampak Bertambah Jadi 120 Orang
-
Nikmati Keistimewaan Layanan Kesehatan, BRI Private dan Prioritas Tawarkan Beragam Benefit
-
Kejati Jabar Ungkap Dugaan Modus Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu, Appraisal Ditambah 15 Persen
-
Optimistis Bisnis Terus Tumbuh, BRI Siapkan Buyback Saham Senilai Rp1 Triliun