SuaraJabar.id - Meski angka kasus Covid-19 di Bandung, Jawa Barat melandai, sejak diberlakukannya pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid tiga hingga 29 Mei. Namun, jumlahnya masih mengalami peningkatan dan saat ini angkanya hampir tembus mencapai 300 kasus.
Seperti diwartakan Ayobandung.com, data Pusat Covid-19 Kota Bandung, hingga Ahad (24/5) sore, jumlah positif Covid-19 sebanyak 296 orang. Rinciannya, 38 orang meninggal dunia, 93 orang sembuh dan 165 orang masih mendapatkan perawatan.
Total Pasien dalam Pengawasan (PDP) mencapai 888 orang terdiri dari 476 orang yang selesai dipantau dan 412 orang masih dirawat. Total Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 3.978 orang terdiri dari 3.566 orang selesai dipantau dan 412 orang masih dipantau.
Penyebaran covid-19 menyebar merata di 30 kecamatan di Kota Bandung. Kecamatan yang paling banyak positif Corona berada di Kecamatan di Andir, Bandung Kulon, Cicendo, Kiaracondong, Regol, Sukajadi.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi memperpanjang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid III sejak Rabu (20/5) hingga 29 Mei mendatang. Kota Bandung sudah melaksanakan PSBB bersama Bandung Raya 22 April-5 Mei dan dilanjutkan dengan PSBB tingkat provinsi Jawa Barat sejak 6 Mei yang berakhir Selasa (19/5).
"Dari hasil tadi rapat, pertama kita sepakat di Kota Bandung PSBB dilanjutkan sampai dengan 29 Mei 2020," ujar Wali Kota Bandung, Oded M Danial kepada wartawan seusai rapat terbatas Forkopimda di Balai Kota Bandung, Selasa (19/5).
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil berdasarkan hasil diskusi terhadap semua sektor yaitu kesehatan, ekonomi sosial dan keagamaan. Ia mengatakan, pihaknya akan menyesuaikan aturan untuk mendukung kebijakan tersebut dengan mengubah keputusan Wali Kota Bandung namun perwal sendiri masih menggunakan yang lama.
"Lanjut terus (PSBB), masih maksimal," ujarnya. Oded mengatakan kebijakan PSBB masih tetap sama yaitu pusat perbelanjaan tidak boleh buka kecuali yang dikecualikan untuk kebutuhan pokok.
Baca Juga: Anggota Komisi VI Bagikan Sembako untuk Masyarakat Terdampak Covid-19
Berita Terkait
-
Serie A Kemungkinan Dilanjutkan pada 13 atau 20 Juni
-
Tepergok Mau Mudik Lebaran, 2.717 Kendaraan Disuruh Putar Balik Lagi
-
Studi: Mencuci Tangan 6 Kali Sehari Mengurangi Risiko Infeksi Virus Corona
-
Update 25 Mei 2020: Pasien Corona di RSD Wisma Atlet 933 Orang
-
Berlakukan New Normal, Kota Judi Las Vegas akan Kembali Dibuka 4 Juni
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan