SuaraJabar.id - Pekerja seks asal Purwakarta, Siti Soleha menghembuskan nafas terakhir setelah dihabisi oleh pelanggannya sendiri. Soleha ditemukan tewas hari Minggu (25/10/2020). Pada tubuh Soleha, terdapat luka tusukan di leher dan perut.
Peristiwa macam ini sudah cukup sering terdengar. Banyak pekerja seks yang menjadi korban kekerasan yang dilakukan tamunya sendiri.
Mulai dari karena pengguna jasa tersinggung dengan ucapan si pekerja seks, hingga karena pelanggan enggan membayar sesuai kesepakan awal atau malah dirampok pelanggan.
Kekerasan dan kejahatan rentan menimpa pekerja seks karena tren prostitusi saat ini yang tak terpusat di lokalisasi. Pekerja seks bekerja sendiri-sendiri dengan mengandalkan promosi di media sosial atau aplikasi kencan.
Tempat transaksinya biasanya di hotel, kamar indekos atau apartemen. Berbeda dengan lokalisasi, di tempat seperti itu para pekerja seks tidak memiliki back up keamanan.
Di lokalisasi, keamanan para pekerja seks terjamin. Tersedia banyak centeng yang siap menghadapi pelanggan yang berulah.
Jangankan tak mau bayar usai kencan, pelanggan yang dianggap melecehkan pekerja seks pun bisa dapat bogem mentah. Apalagi yang sampai berani melakukan tindak kekerasan pada pekerja seks seperti menampar atau memukul. Tamu itu dipastikan keluar dari lokalisasi dengan luka memar di wajah.
Lia, tentu bukan nama sebenarnya. Pekerja seks berusia 27 tahun ini pernah jadi korban kejahatan yang dilakukan pelanggannya.
Ia mengaku masih mengingat betul kejadian yang terjadi pada akhir September tahun lalu itu. Saat itu, ia mendapat pesan di sebuah aplikasi kencannya.
Baca Juga: Jelang Libur Panjang, Belasan Ribu Kendaraan Masuki Bandung via GT Pasteur
Setelah menyepakati harga, Lia mengirimkan lokasi indekosnya. Dua jam berselang, pelanggannya datang ke indekosnya yang saat itu berada di sayap Jalan Tubagus Ismail, Kota Bandung.
Hal yang tak terduga ia dapati setelah berhubungan badan dengan pelanggannya itu. Bukan uang yang ia dapat, ia malah kehilangan uang dan barang berharga miliknya.
Saat lengah, brug, bogem mentah mendarat di pipi perempuan tinggi kurus itu. Lia terjatuh, namun masih sadarkan diri. Ia melihat bagaimana pelanggannya itu menguras isi dompet dan mengambil gawai iPhone X miliknya. Pengisi daya dan kardus gawai juga berhasil dibawa pergi.
Meski masih sadar, Lia tak berani berbuat apa-apa. Saat itu, rumah indekosnya sedang sepi karena sebagian penghuninya pergi ke klub malam untuk merayakan ulang tahun salah satu penghuni kos.
"Shock, ga pingsan cuma ga berani ngapa-ngapain. Kedenger ko motor dia pas pergi," ujarnya.
Lapor polisi? Lia mengaku tak terpikir untuk melakukan hal itu. Ia takut polisi justru menjeratnya dengan pasal prostitusi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Catat! Laga Timnas Putri Indonesia vs Singapura Digelar Tanpa Penonton di Arcamanik
-
Bandung Terancam Jadi Lautan Sampah Pasca Libur Panjang
-
Bikin Betah! Ini 5 Wisata Hits Jawa Barat yang Wajib Dikunjungi Juni 2026
-
58 Calon Pengantin Jadi Korban WO Marwah, Kerugian Capai Rp2,6 M
-
Detik-Detik Siaran Terakhir Radio The Rockin Life Bandung Berakhir Tangis Haru