SuaraJabar.id - Kota Bandung melampaui standar yang ditetapkan WHO mengenai tingkat keterisian atau okupansi tempat tidur untuk pasien Covid-19.
Saat ini, bed occupancy rate (BOR) Kota Bandung telah mencapai 90%
"Keterisian tempat tidur sudah sekitar 90%," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanagara di Balai Kota Bandung, Kamis (7/1/2020).
Angka tersebut terbilang jauh melampaui standar yang ditetapkan WHO untuk menilai kecakapan sebuah daerah mengontrol kasus Covid-19. Idealnya, BOR maksimal berada di kisaran 60%.
Sementara itu, dia mengatakan, total jumlah kasus Covid-19 di Kota Bandung secara kumulatif hingga pagi hari ini mencapai 5.951. Dari angka tersebut, sebanyak 605 kasusnya masih merupakan kasus aktif.
"Konfirmasi positif (aktif) ada 605, yang isolasi mandir ada 498 orang. Penambahan kasus dari hari kemarin ada 46 kasus," ungkapnya.
Meskipun saat ini Kota Bandung tengah berada di zona oranye Covid-19 alias zona risiko sedang, Ahyani mengatakan warga tidak boleh lengah. Tingkat keterisian rumah sakit harus menjadi perhatian warga.
"Kita sekarang di zona oranye, cuma jangan jadi ukuran sehingga orang lalai. Keterisian tempat tidur itu harus jadi masalah juga. Jadi bahaya kalau hanya melihat itu (zona resiko Covid-19)," ungkapnya.
Baca Juga: Pelajar Kota Bandung Masih akan Sekolah Daring Semester Genap Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Manajemen Persib Buka Suara Terkait Sanksi Transfer Ban dari FIFA
-
QLola by BRI Berikan Layanan Menarik, Dukung Pengelolaan Payroll Perusahaan Lebih Tertata
-
Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
-
Proyek Tol Menuju Palabuhanratu Ditunda: Ini 7 Fakta di Balik Batalnya Tol Jagoratu 2026
-
Sapi Kurban Asal Depok Mengamuk di Sukabumi, Kabur ke Hutan hingga Dikepung Warga