SuaraJabar.id - Lima pasangan kepala daerah yang telah ditetapkan sebagai pemenang Pilkada di daerahnya dilantik oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jumat (26/2/2021).
Lima pasangan kepala daerah yang dilantik yaitu, Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, Bupati dan Wakil Bupati Indramayu. Bupati dan Wakil Bupati Karawang, dan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok.
"Alhamdulillah berita baik, lima daerah bisa dilantik hari ini Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang dan Kota Depok. Semua hadir kecuali Wakil Wali Kota Depok sedang sakit sehingga dilantik secara virtual," ujar Ridwan Kamil seusai pelantikan, Jumat (26/2/2021)
Pada 2020 sendiri, Ada 8 kota dan kabupaten di Jawa Barat yang menggelar pemilihan kepala daerah. Masih ada tiga pasangan yang belum dilantik, yakni Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, Bupati dan Wakil Bupati Bandung, dan Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya belum dilantik hari ini.
Peraih suara terbanyak di Pilkada Kabupaten Bandung yakni pasangan Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan serta Kabupaten Tasikmalaya belum dilantik karena masih menunggu hasil final keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan keluar pada bulan Maret mendatang.
Sedangkan masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur diketahui baru selesai Mei mendatang.
Dalam kesempatan itu, Ridwan Kamil berharap para kepala daerah yang dilantik diharapkan mampu menjaga integritas, profesionalisme dan turun ke masyarakat terlebih di masa pandemi Covid-19.
"Saya menitipkan tiga pesan, tolong jaga benteng integritas. Karena banyak kepala daerah berjatuhan karena integritas jebol," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil kepada wartawan di Gedung Merdeka, Kota Bandung Jumat (26/2/2021).
Selanjutnya, ia berharap para kepala daerah melayani masyarakat dengan ikhlas sebab di masa pandemi Covid-19 saat ini banyak masyarakat yang stres karena ekonomi terpuruk. Sehingga pemimpin diharapkan turun ke masyarakat.
Ia pun meminta agar para kepala daerah menjalankan pemerintahan dengan profesional dan luar biasa. Sebab pandemi Covid-19 menuntut kepala daerah beradaptasi dan membangun daerah dengan teori yang baru dan tidak lama.
Baca Juga: Dua Jagoan Jawa Barat Tarung di Battle Six Bintang Suara Jam 2 Siang Ini
"Masing-masing akan langsung bertugas, kami provinsi akan membimbing baik mereka datang ke Bandung atau kita ke daerah memberikan penguatan. Mayoritas incumbent kecuali satu di Kabupaten Indramayu," katanya.
Emil menambahkan, penyelenggaraan pilkada diperkirakan tidak ada hingga 2024 sehingga diharapkan kepala daerah dapat fokus membangun.
Berita Terkait
-
Situ Cileunca Menyusut 40 Meter, Ancaman Air Bersih Mengintai Bandung Raya
-
Debit Sungai Citarum Menyusut, Alur Sungai Mulai Dipenuhi Sedimentasi dan Sampah
-
Setelah 4 Tahun Terendam, Jalan Cipayung-Pasir Putih Akhirnya Dibuka Lagi
-
Kali Bekasi Kembali Hitam dan Berbusa, Diduga Tercemar Limbah
-
Dua Bulan Lagi Bebas! Acil Napi Lapas Warungkiara Malah Kabur Gara-gara Ditegur Main HP
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Peta Politik 2026 Bergejolak, Ini 6 Temuan Krusial Survei Tempo Data Science
-
Elektabilitas Dedi Mulyadi Salip Prabowo di Survei Terbaru
-
Survei Tempo: Politik Dinasti Keluarga Pejabat Hal yang Wajar
-
Frits Fanggidae Dorong Pemerintah dan Anak Muda Bersatu Pulihkan NTT Pascagempa
-
Dari Kandungan hingga Usia 2 Tahun, Pentingnya Perkuat Edukasi Pencegahan Stunting