SuaraJabar.id - Kicauan suara burung terdengar dari sebuah rumah sederhana nan elegan di Kampung Babakan Jati, RT 06/05, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) milik Dicky (45 tahun).
Burung-burung itu bukan miliknya, melainkan kepunyaan kicau mania atau pecinta burung dari berbagai daerah. Seperti Jakarta, Tangerang, Bekas dan yang terdekat Kota Cimahi.
"Sekarang ada 12 burung yang bersekolah di sini," ujar Dicky kepada Suara.com
Burung-burung kenari itu diberikan pembelajaran khusus pembentukan suara. Artinya, burung dengan nama alamiah Serinus Canaria itu akan dibentuk agar bisa mengeluarkan berbagai suara.
Dari mulai materi isian suara Sanger dan Blackthroat yang merupakan salah satu master favorit bagi burung kenari. Suara kicauannya sungguh merdu, mengalun naik-turun, ngerol panjang dengan nada selalu dinamis.
Kemudian bunyi suara Jalak Suren yang mempunyai suara alasan atau suara asli yang memiliki crecetannya yang khas. Nantinya burung kenari bisa mengeluarkan suara burung Jalak Suren. Suaranya khas mengeluarkan suara crecetan. Akan tetapi, crecetannya harus lah bervolume kecil.
Kemudian burung kenari diberikan materi suara burung Hwamei atau Wambi. Suaranya lantang yang lantang dan penuh variasi menjadi daya tarik tersendiri.
Dicky mengatakan, untuk memastering burung kenari hingga membentuk berbagai suara yang berdua butuh waktu minimal lima bulan. Sementara burung kenari yang 'sekolah' Mastering Cibodas Canary miliknya sudah berusia 1,5 bulan.
"Jadi kalau yang masuk ke sini ada yang usianya 1,5 bulan yang usianya baru disapih. Berarti ditambah latihan suara 5 bulan berarti 'sekolahnya' 7 bulan di sini," terang Dicky.
Baca Juga: Dibalik Gurihnya Wajit Cililin, Ada Larangan Kolonial Belanda
Ada berbagai jenis kenari yang bersekolah di Mastering Cibodas Canary milik Dicky. Dari mulai Yorkshire, F1 dan F2, Hybrid, silangan Yorkshire dan lokal, Scotch Fancy dan sebagainya.
Burung-burung tersebut mulai masuk sekolah di tengah pandemi Covid-19. Tepatnya Oktober lalu ada pecinta burung yang sekolah suara burung di tempat milik Dicky. Rencananya setelah lulus nantinya akan diberikan semacam sertifikat.
"Kalau sekarang belum ada yang lulus. Awalnya cuma 4 yang masuk, sekarang ada 12 burung," ujarnya.
Sekolah burung kenari mulai terpikirkan Dicky sejak Maret 2020. Namun saat itu dirinya tidak langsung membuka program. Melainkan menyusun konsep yang akan ditawarkan kepada pecinta burung.
Setelah itu, konsepnya mulai tercium para kicau mania hingga akhirnya mulai masuklah burung kenari menjadi siswanya pada Oktober 2020.
"Kalau saya awalnya memang hobi dari tahun 1990-an. Tapi waktu itu belum berpikir bikin tempat mastering," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer
-
Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan
-
KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026