SuaraJabar.id - Geng motor kini tengah menjadi topik pembicaraan hangat di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Tak heran, pasalnya dalam sebulan ini terjadi beberapa peristiwa berdarah yang melibatkan geng motor.
Di malam takbiran lalu, seorang ibu mengalami nasib nahas dibacok geng motor saat hendak pulang ke rumah. Ibu itu pun harus merayakan Lebaran di rumah sakit.
Baru-baru ini, geng motor kembali berbuat onar dan menebar teror. Mereka menyerang pemukiman warga di Kelurahan Tipar, Kota Sukabumi. Dalam waktu yang berdekatan, anggota geng motor juga membacok seorang warga Tipar.
Kekinian, perwakilan empat geng motor di Sukabumi yakni XTC, Brigez, Moonraker dan GBR secara simbolis menyerahkan atribut pada polisi sebagai pertanda tidak akan berbuat onar lagi di Sukabumi.
Masih perlu pembuktian, apakah penyerahan atribut tersebut merupakan bentuk bubarnya mereka di Sukabumi? Atau berhentinya tidak kekerasaan dan pelanggaran hukum oleh para anggotanya atau yang sekadar mengatasnamakan anggota.
Berbeda dengan yang kekinian terjadi, sejarah geng atau klub motor di Sukabumi ternyata memiliki catatan positif. Pengamat sejarah Sukabumi Irman Firmansyah mengulas secara singkat bagaimana kelompok tersebut bermula saat zaman penjajahan Belanda.
Geng Motor Era Belanda
Irman yang juga penulis buku Soekaboemi the Untold Story mengatakan Geng Motor yang berkembang ke arah kejahatan seperti sekarang memang cenderung baru. Dulu, kata Irman, ketika masuknya motor buatan Hildebrand und Wolfmuller German tahun 1893, kendaraan tersebut merupakan barang langka. Namun seiring diimpornya beragam motor sejak tahun 1915, seperti Reading Standard, Excelsior, Harley Davidson, Indian, King Dick, Brough Superior, Henderson, hingga Norton, maka mulai muncul klub motor di Hindia Belanda.
Irman menuturkan klub motor di Hindia Belanda saat itu misalnya Motorfietsrijder te Batavia yang berdiri 1915. Anggotanya sebagian besar adalah pemilik perkebunan termasuk dari Sukabumi. Salah satunya adalah Lageman dan Hoven dari asosiasi perkebunan karet Sukabumi dan Berichi dari Soekaboemische Cuultur Vereeniging.
Baca Juga: Pulang Ronda Malam, Darta Tangkap Maling di Rumahnya Sendiri
"Iklan-iklan motor semakin banyak, sehingga para pemilik perkebunan lain mulai membeli motor. Misalnya tahun 1920-an, tercatat pemilik motor dengan zispan (sespan) di sebelahnya adalah Anthony Vrossin, pengusaha kapur di Cibadak yang tinggal di Batucuri Ciheulang, seharga f 450 kontan. Itu dicatat dalam koran Bataviaasch Nieuwsblad 5 Februari 1927," kata Irman kepada sukabumiupdate.com-jejaring Suara.com-Sabtu (29/5/2021).
Irman yang kini aktif sebagai Kepala Riset dan Kesejarahan Soekaboemi Heritages berujar rute Sukabumi juga menjadi ajang uji coba seperti yang dilakukan Preanger Motorclub pada Oktober 1922. Kegiatan tersebut disusul klub motor lain dua tahun kemudian yang juga menggunakan rute Sukabumi.
Kegiatan motor semakin berkembang mulai 1930-an, mengingat rute Sukabumi banyak digunakan, seperti ajang pemecahan rekor yang dilakukan Gerrit de Raadt, di mana mengendarai motor Batavia - Surabaya melalui Sukabumi dalam waktu 30 jam 45 menit dengan motor Reading Standard.
Selanjutnya, pada Agustus 1936 Koninklijk Nederlands-Indische Motorclub atau KNIMC alias klub motor Hindia Belanda, melakukan rally melewati Tjibadak, Tjikembang, Waroengkoendang, melewati jembatan sungai Tjimandiri, Pasawahan, Bodjonglopang, Njalindoeng, Baros, dan Soekaboemi dalam rute Buitenzorg-Garoet.
"Pada masa itu memang belum dikenal Geng Motor yang melakukan balapan liar. Kegiatannya rata-rata masih positif misalnya, melakukan uji coba bagi motor-motor baru terutama mengenai ketepatan waktu dan jumlah pengeluaran bahan bakar," ujar Irman. Kegiatan lainnya seperti Indische Motorclub, yang bahkan berkolaborasi dengan komunitas pariwisata Sukabumi, yaitu Soekaboemi Bloei dalam mengangkat pariwisata melalui rute Bojong Lopang, Palabuhanratu, dan Ubrug.
Irman menyebut sejumlah klub motor baru juga biasanya melakukan uji coba ke Sukabumi, sehingga tidak heran beberapa Geng Motor seperti Bataviasch Motorclub dan Bandoengsche Motorclub membuat peta wisata termasuk mengindikasikan tempat wisata dan sejarah di wilayah Sukabumi. Mereka pun secara profesional membawa fotografer untuk beragam tujuan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
-
MSCI Buka Suara Usai Diskusi dengan BEI, OJK dan KSEI Perihal IHSG
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
Terkini
-
Resmi Terbentuk Rumah Besar Forum Organisasi Profesi Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
-
5 Poin Penting Laporan Kuasa Hukum Bahar Smith Terhadap Istri Korban Pengeroyokan
-
Pihak Bahar bin Smith Laporkan Istri Korban Pengeroyokan ke Polres Bogor atas Dugaan Berita Bohong
-
BRI Dorong Bisnis Konsumer Lewat Kick-Off Consumer Expo dan Program Undi Hadiah Nasabah
-
Presiden Prabowo Tantang Kompetisi 2029, Ungkap Capaian MBG Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja