SuaraJabar.id - Rencana pengelola Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoological Garden (Bazoga) untuk menyembelih angsa dan rusa untuk pakan Macan Tutul Jawa serta Harimau Sumatera ternyata tidak diketahui pemerintah kota setempat.
Pernyataan tersebut secara terang dikemukakan, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana. Dia bahkan mengaku belum mengetahui informasi terkait rencana pengelola KBB tersebut. Meski begitu, dia memilih tidak berkomentar mengenai informasi yang belum diketahuinya ini.
"Saya belum tahu, punten kalau yang saya nggak tahu saya nggak jawab," ujarnya seperti dilansir Ayobandung.com-jaringan Suara.com pada Jumat (30/7/2021).
Dia mengemukakan, hingga saat ini semua tempat wisata di Kota Bandung masih ditutup karena masih dalam masa penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4.
Sebelumnya diberitakan, pihak KBB atau Bazoga berencana mengorbankan angsa dan rusa untuk jadi pakan Harimau Sumatera dan Macan Tutul jawa. Skenario terburuk ini terpaksa disiapkan seiring terjadinya krisis keuangan imbas penutupan selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Humas Kebun Binatang Bandung, Sulhan Syafii mengaku, cadangan dana untuk pakan satwa Bazoga diperkirakan hanya cukup memenuhi kebutuhan sebulan ke depan. Jika PPKM Level 4 kembali diperpanjang, risiko terburuk tadi tak terhindarkan.
"Kalau sampai akhir Agustus tetap tutup, September kita sudah krisis. Saat ini pakan masih terpenuhi, budget sampai satu bulanan ke depan. Kalau sebulan lagi tetap ditutup, habis cadangan dana," ungkapnya saat dihubungi Suara.com, Kamis (29/7/2021).
Harimau Sumatera dan Macan Tutul Jawa merupakan satwa endemik atau asli Indonesia. Atas dasar itu, kata Sulhan, pihak manajemen lebih memprioritaskan untuk menjaga kelangsungan hidup kedua jenis satwa tersebut.
Sulhan menyampaikan, Bazoga memiliki koleksi harimau sumatera sebanyak dua ekor. Sementara, terdapat empat ekor macan tutul jawa. Terkait kebutuhan pakan, dalam sehari dibutuhkan sekitar delapan kilogram daging segar.
Baca Juga: Koleksi Harimau Sumatera di Taman Safari Prigen Bertambah Dua Ekor
Biasanya, lanjut Sulhan, daging yang dijadikan pakan adalah kombinasi dari tiga kilogram daging sapi, lima kilogram daging ayam.
Dengan jadwal berulang yakni tiga hari makan lalu sehari puasa. Namun, akibat krisis keuangan pemenuhan pasokan daging segar pun sangat berkurang.
"Harus ada skenario menyelamatkan satwa, yang kita selamatkan terlebih dahulu macan tutul jawa dan harimau sumatera dulu. Itu satwa asli dari Indonesia," katanya.
"Untuk satwa yang lainnya kita belum tahu, mungkin akan koordinasi dengan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam)," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Temuan Anyar Sidak DPR di Lapas Cibinong: Ada Bangunan Tanpa Izin dan Krisis Tenaga Kesehatan
-
13 Rumah Terdata Cuma 3 Milik Negara, DPR Soroti Ketimpangan Aset - Isu Jual Beli di Lapas Cibinong
-
Konflik Keluarga Berujung Kebakaran, Dua Rumah di Cianjur Ludes
-
Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi
-
Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan