Scroll untuk membaca artikel
Ari Syahril Ramadhan
Sabtu, 28 Agustus 2021 | 09:00 WIB
Deretan penjual makanan dan minuman di Floating Market Lembang. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

SuaraJabar.id - Kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) memang tak memiliki deretan pantai-pantai menggoda seperti wilayah pesisir Jawa Barat.

Selama ini Lembang lebih terkenal dengan wisata pegunungan. Mulai dari hutan, curug atau air terjun, hingga agro wisata.

Lembang juga dikenal memiliki banyak wahana wisata. salah satunya Floating Market Lembang.

Jika objek-objek wisata lain hanya menawarkan suasana dan wahana wisata yang itu-itu saja, maka floating market menawarkan sesuatu yang berbeda. Ada danau buatan di sana.

Baca Juga: Masih Berisiko, Ekonom Minta Pemerintah Tak Buru-buru Buka Objek Wisata

Bukan hanya sekedar danau buatan, namun pengelola juga mengusung konsep pasar apung yang menjadi ciri khas dan pembeda dengan objek wisata lainnya.

Pasar apung tersebut menjual berbagai macam kebutuhan wisatawan mulai dari souvenir hingga berbagai menu kuliner lokal. Alat tukarnya pun menggunakan koin dengan pecahan Rp 10 ribu dan Rp 5 ribu.

Operational Manajer Floating Market, Melani Karnadi mengatakan, konsep kuliner apung sendiri terinspirasi dari pasar apung yang berada di Sungai Martapura, Samarinda, Kalimantan Selatan.

"Kita ingin menyajikan kuliner kuliner. Ingin ambil konsep seperti pasar terapung di Kalimantan," ujar Melani kepada Suara.com, Jumat (27/8/2021).

Sekedar diketahui, objek wisata di kawasan Lembang, rekreasi memang untuk saat ini belum diperbolehkan beroperasi lantaran status Bandung Barat masih berada di Level 3 penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Baca Juga: Sehat dan Segar, Ini 5 Kuliner Khas Vietnam yang Wajib Kamu Coba

Namun untuk bisnis pariwisata lainnya seperti restoran sudah diperbolehkan untuk dibuka dengan pembatasan ketat mengingat pandemi COVID-19 masih berlangsung. Begitupun di Floating Market.

Load More