SuaraJabar.id - Putri sulung Presiden Indonesia ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Alissa Wahid mengaku geram dengan aksi penyerangan dan perusakan masjid di Kalimantan Barat.
Ia mempertanyakan peran negara yang seharusnya melindungi kebebasan beragama dan berkeyakinan.
Putri Gus Dur itu geram akibat Masjid Ahmadiyah di Kecamatan Tempunak, Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) dirusak oleh ratusan orang setelah salat Jumat, 3 September 2021.
Massa yang datang dan menghancurkan masjid, menggunakan berbagai alat mulai dari kayu, bambu, hingga batu.
Masjid itu merupakan tempat ibadah milik Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI).
Bangunan masjid terletak di Desa Balai Harapan, Kecamatan Tempunak, Sintang, Kalimantan Barat.
Dia menilai, apapun alasannya, perusakan terhadap bangunan milik orang lain adalah tindakan melanggar hukum, teror, dan merusak hak konstitusional rakyat.
“Sekelompok orang mengatasnamakan umat Islam merusak bangunan masjid Ahmadiyah di Sintang. Apapun alasannya, ini tindakan melanggar hukum: perusakan bangunan milik orang, pelanggaran hak konstitusional warga, tindakan teror,” kata Alissa Wahid dikutip dari Hops.id-jejaring Suara.com, Jumat (3/9/2021).
Kemudian salah satu tokoh GUSDUR-ian ini mempertanyakan mengapa tindakan brutal semacam ini dibiarkan di negara yang berasaskan kemajemukan.
Baca Juga: Heboh Sertifikat Vaksin Presiden Jokowi Bocor, Menkominfo Buka Suara
“Masa praktik seperti ini dibiarkan, pak Jokowi?,” ungkapnya.
Lebih lanjut dia menyayangkan sejumlah aparat yang bertugas, khususnya kepolisian yang seakan membiarkan perusakan rumah ibadah itu terjadi.
Padahal, kata Alissa Wahid, sejumlah aparat kepolisian tampak berada di sekitar lokasi saat perusakan terjadi.
“Ada barisan polisi di sana pada saat perusakan ini terjadi. Saya tidak tahu mengapa perusakannya bisa dibiarkan,” imbuhnya.
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan