SuaraJabar.id - Situs Mulka Payung yang terdapat di Gunung Mukapayung menjadi destinasi ritual dari berbagai daerah. Masyarakat meyakini memiliki situs tersebut memiliki karomah.
Terletak di Kampung Curugan RT 05/18, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Situs Mulka Payung menjadi tempat yang sejuk sebab berada di sebuah kawasan pegunungan.
Rindangnya pepohonan membuat situs purbakala ini senantiasa adem.
Situs tersebut berbentuk gundukan batu membentuk sebuah payung yang diyakini ada sejak zaman Nenek Moyang. Bahkan, Nenek Moyang disebut pernah menjadikan situs itu sebagai tempat pemujaan.
"Iya memang situs di gunung itu sudah lama jadi tempat semacam meminta syariat. Itu petilasan H Daud," kata Abah Komar (72) juru kunci Gunung Mukapayung, belum lama ini.
Di sekeliling Situs Mulka Payung yang membentuk seperti payung, terdapat dua buah saung sederhana. Saung tersebut dibuat untuk pengunjung yang datang untuk berwisata ritual.
Menurut Abah Komar, tempat tersebut kerap didatangi pelancong dari berbagai daerah seperti Jakarta, Cirebon dan berbagai daerah lainnya di Jawa Barat. Ada berbagai keinginan yang disampaikan pada situs tersebut.
Dari mulai ingin sembuh dari penyakit, ingin diwujudkan menjadi pejabat hingga ada penyanyi dangdut yang ingin memiliki suara dan goyangan yang aduhay.
"Iya ada juga penyanyi yang pernah ke sini. Biar auranya bagus, suaranya juga bagus," sebut Abah Komar.
Baca Juga: Artis BJ yang Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Ternyata Bobby Joseph
Abah Komar menegaskan, keberadaan petilasan Mulka Payung bukan maksud untuk menduakan Sang Maha Pencipta, sebab doa terbaik sejatinya hanyalah kepada Allah SWT. Namun kedatangan mereka ingin mencari keberkahan sebagai bentuk dari ikhtiar.
"Hanya meminta syariat, mau jadi apa keingiannya dikabulkan. Yang penting harus paham, yang memberi itu Allah, dan minta juga harus ke Allah," imbuh Komar.
Kepala Seksi Sejarah dan Cagar Budaya pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud( Bandung Barat, Asep Diki Hidayat mengatakan, Mulka Payung merupakan situs peninggalan sejarah dan purbakala peninggalan sejarah yang menarik untuk digali.
Berdasarkan cerita yang beredar di kalangan masyarakat setempat, situs tersebut awalnya berupa payung atau mahkota putri raja.
Di mana seorang Putri Raja Padjajaran menunggu Mundinglaya yang akan menyerahkan azimat salaka domas.
"Lokasi situs yang berada di atas bukit itu merupakan tempat di mana putri Raja Padjadjaran menunggu Mundinglaya yang akan menyerahkan azimat salaka domas kepada raja melalui putrinya," ungkap Asep.
Berita Terkait
-
Sara Wijayanto Resmi Gugat Cerai Demian Aditya, Sidang Perdana Digelar Lusa
-
Andre Taulany Nikahi Amanda Rigby, Ungkap Pernikahan Direstui Orang Tua dan Anak
-
Andre Taulany Akhirnya Buka Suara soal Pernikahan dengan Amanda Rigby
-
Andre Taulany Resmi Menikah dengan Amanda Rigby Hari Ini
-
Prabowo Ungkap Kekuatan Ekonomi Besar Mau Sogok Hakim sampai Presiden
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan
-
Kasus Asusila Anak di Tasikmalaya, Polisi Libatkan KPAID untuk Pulihkan Trauma Korban
-
Dugaan Fasilitas Khusus Ferdy Sambo di Lapas Cibinong, Ini Jawaban Ditjenpas
-
5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Game Digital di PC dengan Bantuan GoPay Games
-
YGMD Laporkan Kemendikdasmen ke APH Terkait Dugaan KKN Proyek Digitalisasi Sekolah