SuaraJabar.id - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung mencatat tingkat vaksinasi dosis pertama di Kota Bandung telah melebihi target atau telah melampaui 100 persen.
Sekda Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan dari data laporan terakhir pada 19 Desember 2021, dosis pertama vaksinasi di Kota Bandung sudah mencapai 1.956.190 orang. Adapun target vaksinasi di Kota Bandung yakni sebanyak 1.952.358 orang.
"Kami sudah melebihi target atau total sudah 100,20 persen. Untuk vaksin kedua sudah mencapai 88,70 persen," kata Ema di Bandung, Jawa Barat, Senin (20/12/2021).
Dilansir dari Antara, Ema mengatakan capaian tersebut merupakan buah dari upaya akselerasi untuk mengejar target 100 persen sebelum 2022. Sehingga kini ia yakin kekebalan kelompok di Kota Bandung dapat secepatnya terbentuk.
Baca Juga: Update: Bertambah 164 Orang, Positif Covid-19 Indonesia Jadi 4.923 Kasus
Sedangkan untuk dosis kedua, menurut Ema, masih terdapat sejumlah kendala. Pasalnya pada penyuntikan dosis kedua, menurutnya terkadang jadwal yang telah ditentukan tidak cocok dengan agenda subjek vaksin.
"Vaksin tidak ada masalah, tapi mengenai penjadwalan orang yang mungkin pada saatnya vaksin bisa saja dalam waktu bersamaan punya agenda lain, itu tidak mudah. Tinggal dibantu saja bahwa ini prioritas atau tidak," ujar dia.
Adapun dia memastikan kini kondisi pandemi di Kota Bandung relatif terkendali. Saat ini, kata dia, keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit hanya sekitar 5 persen.
Selain itu, ia memastikan saat ini belum ada temuan kasus varian Omicron di Kota Bandung. Meski begitu, dia mewanti-wanti agar warga Kota Bandung tak lengah dan mengabaikan protokol kesehatan.
"Hari ini belum ditemukan Omicron dan mudah-mudahan selamanya tidak. Tapi yang paling utama itu tetap semua masyarakat harus protokol kesehatan yang kuat dan disiplin tinggi," kata dia.
Baca Juga: Ganggu Estetika Kota Bandung, Pemerintah Akhirnya Benahi Kabel Optik di Tiang Jalan
Berita Terkait
-
Profil Frans Datta, Rektor Universitas Maranatha yang Jawab 'Tantangan' Walkot Bandung
-
Trauma Kasus Yana Mulyana, Wali Kota Bandung Farhan Minta Bimbingan KPK untuk Pencegahan Korupsi
-
Kekayaan Muhammad Farhan di LHKPN, Berani Tolak Suap Proyek Rp3 Miliar
-
Farhan Koar-Koar Ogah Diajak Main Film Usai Jabat Wali Kota Bandung, Siapa Kena Sindir?
-
Skandal Bandung Smart City: KPK Dalami Aliran Dana ke DPRD, 9 Saksi Diperiksa
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar