SuaraJabar.id - Pemkab Bandung Barat bakal merevitalisasi Alun-alun Cililin tahun ini. Alun-alun tersebut bakal disulap menyerupai ruang publik seperti dk Mekkah dan Madinah.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan mengatakan, untuk merevitalisasi Alun-alun Cililin yang mengusung konsep Timur Tengah, pihaknya menyiapkan anggaran hingga Rp 25 miliar.
"Insya Allah kita konsepnya little Mekkah and Madinah, ada mesjidnya ada pula kabah nanti untuk manasik haji," kata Hengky di Cililin pada Jumat (7/1/2022).
Di luas lahan 5000 meter persegi, Alun-alun ini bakal dibangun lahan parkir, halaman, pembuatan gedung informasi, menara, ampiteater, dan aksesoris lainnya. Jika tak ada halangan, pembangunan rencananya akan dimulai Februari mendatang.
"Renovasi akan mulai dibangun pada tanggal 2 bulan Februari 2022," ucap Hengky.
Ia menambahkan, selain sebagai sarana ruang publik warga, Alun-alun Cililin diharap jadi ikon baru wisata religi di wilayah selatan Kabupaten Bandung Barat.
Hengky menyebut di Alun-alun Cililin tersebut nantinya akan dilengkapi oleh sejumlah fasilitas penunjang yang membuat nyaman bagi masyarakat yang datang.
"Di Cililin banyak Pesantren alun-alun ini juga jadi ikon kota santri dan wisata religi," sebut Hengky.
Hengky menyebut, dalam waktu dekat proses lelang segera dilakukan agar realisasi pembangunan tersebut dapat segera dilaksanakan.
"Mudah-mudahan ini semua berjalan lancar dan memberikan manfaat kepada semuanya," tukas Hengky
Baca Juga: Kasus Positif Aktif COVID-19 Tinggal 2 Orang, Hengky Kurniawan: Jangan Kendor
Sementara itu, Kepala Dinas Pemukiman dan Perumahan (Kimrum) , Jarot Prasetyo menjelaskan, Pemkab Bandung Barat mengalokasikan dana untuk pembangunan tersebut sebesar Rp25 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) KBB.
"Sesuai dengan harapan pa Plt Bupati pelaksanaan pembangunan dilakukan pada bulan Februari. Dananya bersumber dari APBD Kabupaten," katanya.
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
Aksi Dini Hari Bupati Bogor Rudy Susmanto, Pimpin Korve Tambal Lubang Jalur Parung-Kemang
-
Hanya Mengaku Mencubit, ASN BPK Tersangka Penganiaya ART Tak Berkutik Saat Ditahan Polres Bogor
-
Hina Suku Sunda Saat Mabuk, YouTuber Resbob Didakwa Pasal Ujaran Kebencian di PN Bandung
-
Skandal Kematian NS di Sukabumi Makin Rumit! Kuasa Hukum Ibu Tiri TR Curigai Pihak Lain Terlibat
-
Misteri Kematian NS di Sukabumi, Pengacara Mira Widyawati Bongkar Kejanggalan dan Riwayat Kelam