SuaraJabar.id - Warga korban penggusuran Jalan Anyer Dalam, Kota Bandung, akhirnya bertemu dengan Lurah Kebonwaru, Rabu (2/2/2022). Warga mendesak agar Kelurahan Kebonwaru menerbitkan surat keterangan bukti penguasaan fisik kepada warga atas tempat tinggal yang kini sudah digusur PT KAI.
Dalam pertemuan di depan kantor kelurahan itu, Lurah Kebonwaru, Wawan Hirawan, berdalih tak memiliki catatan riwayat penguasaan tanah di kelurahan tersebut.
Ia beralasan, dirinya baru menjabat sejak 2015 sehingga tidak mengetahui sejarah daerahnya sendiri.
Dengan alasan itu, Wawan mengatakan tak tahu persis bahwa warga Anyer Dalam sudah tinggal berapa lama di lahan sengketa tersebut.
"Saya tidak ada bukti catatan riwayat tanah di Jalan Anyer Dalam. Saya tidak memiliki data apapun terkait riwayat tanah. Secuil pun tanah-tanah di Kebonwaru saya tidak memiliki dokumennya," katanya.
Warga pun mempertanyakan kebenaran klaim tersebut. Lebih jauh, berniat membuktikan ucapan Wawan, warga sempat meminta akses komputer kelurahan untuk mengecek data pertanahan. Namun, pihak kelurahan tak memberikan izin.
Lurah Kebonwaru lagi-lagi menyampaikan alasan lain, kata Wawan, data pertanahan di Kebonwaru tercecer dan tak tercatat di komputer.
"Kecamatan Batununggal yang saya tahu adalah kecamatan pemekaran sehingga data itu saya membayangkan berceceran di tempat aslinya. Kaitan dengan tanah yang saya tahu dokumennya hanya satu yaitu buku (Letter) C di kecamatan, dan itu tidak terkomputerisasi di kelurahan," katanya.
Warga kemudian tetap mendesak, memberikan sejumlah bukti bahwa mereka sudah lebih dari dua puluh tahun tinggal di sana. Bukti yang diperlihatkan warga di antaranya bukti pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB), akta-akta kematian orang tua, KTP, dan lainnya.
Baca Juga: Persib Minus 12 Pemain pada Laga Kontra PSM, Robby Darwis: Maksimalkan Maung Ngora
"Ini anak saya lahir tahun 90-an, lahir di sini," tegas seorang warga berupaya menambah bukti.
"Kami meminta kelurahan mengeluarkan bukti bahwa warga sudah mendiami lahan tersebut selama lebih dari 20 tahun," kata warga lain menguatkan.
Setelah didebat oleh warga secara alot, pihak kelurahan akhirnya berjanji untuk menindaklanjuti tuntutan warga. Surat penguasaan fisik akan diproses. Lurah berjanji akan mengurusnya hari ini
"Hari ini saya konsultasikan ke Kecamatan dan Disdukcapil," katanya.
Koordinator warga, Dindin mengatakan, tak percaya jika Lurah Kebonwaru tak mengetahui sama sekali sejarah di Anyer Dalam. Meski baru menjabat, seharusnya ada estafet kepemimpinan, transfer informasi dari kepengurusan kelurahan sebelumnya.
"Sedikit-sedikit harusnya mereka tahu. Tidak mungkin Pak Lurah tidak tahu sama sekali sejarah warganya sendiri di Jalan Anyer Dalam," katanya.
Berita Terkait
-
Kecewanya Orang Nomor Satu The Jakmania Duel Persija vs Persib Gagal di Jakarta
-
Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Bung Ferry: Mauricio Souza Kecewa Berat
-
Persija Kembali Gagal Jadi Tuan Rumah vs Persib Bandung di Jakarta, Panpel Soroti Jadwal
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Ini Alasan Laga Digelar 1.000 Km dari Jakarta
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Skandal Iklan Bank BJB: Lima Tersangka Ditetapkan, KPK Kebut Hitung Kerugian Negara
-
Viral Air Minum Aquviva! Berawal Murah Meriah, Kini Diprotes Konsumen Diduga Rasa Air Keran
-
DPRD Minta Pemkot Bogor Gencarkan Sosialisasi PSEL Kayumanis Usai Ditolak Emak-emak
-
Tak Hanya Bangun Rumah, Bupati Karawang Beri Modal Usaha untuk Nenek Korban Kebakaran
-
4 Rekomendasi Serum Wajah di Bawah Rp150 Ribu, Murah tapi Kualitasnya Top Bikin Auto Ganteng