SuaraJabar.id - Gaji Apoteker di Indonesia tergantung dari daerah tempat bekerja dan lama masa kerjanya. Rata-rata seorang Apoteker akan mendapat gaji kisaran antara Rp 2 juta hingga Rp 4 juta.
Apoteker merupakan seorang yang bekerja pada bidang pelayanan kesehatan profesional yang bekerja di suatau farmasi, baik farmasi rumah sakit atau industri farmasi.
Seorang apoteker harus memiliki kecermatan tinggi sebab terkait kesehatan manusia yang tak bisa dinilai dengan uang.
Merangkum dari berbagai sumber yang diakses pada Senin (7/2/2022). Adapun besaran gaji seorang apoteker yang ada di beberapa daerah atau kota besar yang ada di Pulau Jawa adalah sebagai berikut. Adapun rinciannya yaitu:
Baca Juga: Minum Beberapa Jenis Vitamin dalam Waktu Bersamaan, Benarkah Berbahaya Bagi Ginjal?
- Di Sidoarjo gaji seorang apoteker adalah Rp 4.543.574 per bulannya
- Di Tangerang gaji seorang apoteker adalah Rp 4.353.478 per bulannya
- Di Jakarta gaji seorang apoteker adalah Rp 3.972.370 per bulannya
- Di Surabaya gaji seorang apoteker adalah Rp 3.934.177 per bulannya
- Di Bekasi gaji seorang apoteker adalah Rp 3.749.924 per bulannya
- Di Depok gaji seorang apoteker adalah Rp 3.4111.157 per bulannya
- Di Denpasar gaji seorang apoteker adalah Rp 3.340.367 per bulannya
- Di Bandung gaji seorang apoteker adalah Rp 2.942.095 per bulannya
Rincian gaji di atas merupakan rata-rata yang diterima seorang apoteker setiap bulannya. Namun, apabila sudah bekerja selama 5 tahun atau lebih, maka seorang gaji apoteker akan naik, yaitu antara Rp 5.000.000 hingga Rp 7.000.000.
Untuk apoteker yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil, maka gaji yang diterima akan disesuaikan dengan pangkat dan golongan serta masa kerja.
Begitupun dengan tunjangan yang didapat, akan mengikuti peraturan yang telah dibuat oleh BKN.
Untuk diketahui, tugas dari seorang apoteker adalah menyimpan, memelihara, mencampur, dan juga memberikan obat kepada pengunjung apotek.
Adapun rincian dari tugas utama seorang apoteker yang harus dikuasai adalah sebagai berikut:
Baca Juga: Di Era Teknologi Informasi, Apoteker Harus Akrab dengan Dunia Digital
- Memberikan obat kepada pasien sesuai dengan resep dokter
- Meracik obat
- Mampu merencanakan dan mengevaluasi suatu obat terhadap pasien
- Memastikan apotek tempatnya bekerja mematuhi peraturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah tentang penjualan obat – obatan
- Menawarkan saran klinik dan obat-obatan yang dijual bebas untuk beberapa penyakit ringan
- Memastikan pasien mendapat bantuan kesehatan yang tepat
Demikianlah kisaran gaji seorang apoteker yang ada di Indonesia. Sangat tergantung dari daerah, tempat bekerja, serta masa kerja.
Berita Terkait
-
Pengobatan Pasien Pasien Diabetes Mellitus Bisa Optimal Melalui Apoteker, Ini Upaya yang Bisa Dilakukan
-
5 Manfaat Penting Konsultasi dengan Apoteker Sebelum Membeli Obat
-
PAFI Kabupaten Kulonprogo: Mitra Setia dalam Pengembangan Profesi Farmasi
-
5 Tips Memilih Apotek untuk Beli Obat: Pastikan Izin Resmi, Jangan Lupa Cek Promo
-
Kualitas Obat Generik dan Paten Berbeda? Ini Penjelasan Apoteker
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar