Scroll untuk membaca artikel
Nur Afitria Cika Handayani
Jum'at, 18 Februari 2022 | 17:10 WIB
Astronot NASA dan SpaceX yang siap dikirim ke ISS. [Aubrey Gemignani/NASA/AFP]

Para astronot pergi ke luar angkasa untuk menjalankan misi tertentu.

Misalnya Sally Ride dengan misi STS-7 di tahun 1983, Edwin Aldrin dengan misi Apollo 8 di tahun 1969, dan sebagainya.

Astronot akan menetap di stasiun luar angkasa internasional (International Space Station) dan mengambil bagian dalam kegiatan eksperimen dan penelitian.

Syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi astronot adalah memiliki daya tahan tubuh dan kesehatan serta mampu berbahasa Inggris.

Baca Juga: Cara Buat 'The Picture NASA Took on My Birthday' yang Viral di TikTok, Ternyata Gampang Banget!

National Aeronautics and Space Administration (NASA) merupakan institusi terbesar yang menaungi pekerjaan ini. Di Jepang, Badan Eksplorasi Luar Angkasa Jepang (JAXA) melakukan rekrutmen astronot.

Seseorang bisa menjadi astronot setelah melewati banyak seleksi dan latihan yang ketat.

Tugas Astronot

Astronot diberi sejumlah tanggungjawab berat untuk memastikan kehidupan di dunia berjalan lancar lewat koneksi teknologi dan lain sebagainya. Berikut ini sejumlah tugas astronot.

  • Melakukan kegiatan yang berkaitan dengan eksplorasi ruang angkasa.
  • Mengamati dan mendokumentasikan lingkungan tempat tujuan di luar angkasa.
  • Mengatur satelit untuk kebutuhan teknologi dan komunikasi seluruh negara di dunia.
  • Mengambil beberapa sampel atau benda penting dari sana, untuk dibawa kembali ke bumi kemudian dipelajari.
  • Membuat laporan mengenai semua kejadian yang terjadi di ruang angkasa.

Gaji Astronot

Baca Juga: NASA: Stasiun Ruang Angkasa Internasional Akan Jatuh ke Bumi Tahun 2031

Semua astronot AS saat ini berafiliasi dengan NASA. Jika masih ada pangkat militer, upah akan diberikan sesuai dengan kelanjutan militer dan kemudian NASA akan mensubsidi.

Load More