SuaraJabar.id - Sebanyak 3.753 unit rumah mengalami kerusakan akibat bencana banjir yang melanda Kota Sukabumi pada Kamis (17/2/2022) lalu.
Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi hingga Minggu (20/2/2022) sore, ribuan rumah yang rusak tersebut berada di tujuh kecamatan dan 25 kelurahan yang ada di Kota Sukabumi.
Rinciannya, ada sebanyak 3.493 rumah rusak ringan, 173 rumah rusak sedang dan 87 rumah rusak berat. Selain itu untuk total jumlah masyarakat yang terdampak yakni berjumlah 12.567 Jiwa dari 4.070 KK.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Imran Wardhani mengatakan proses validasi pendataan masih terus berlanjut dan akan diperbarui secara berkala.
Baca Juga: Detik-detik Mencekam Banjir Sukabumi Renggut Nyawa Nunung
"Tim gabungan beserta relawan juga telah membuat posko siaga bencana dan dapur umum selama beberapa hari kedepan. Bantuan juga terus berdatangan sejak hari pertama di lokasi bencana, Petugas kami beserta relawan juga terus stand by di lokasi 24 jam secara bergiliran," ujar Imran.
Berikut rincian bangunan yang rusak diterjang banjir di 7 Kecamatan Kota Sukabumi berdasarkan data rekapitulasi sementara BPBD:
1. Kecamatan Baros
Kelurahan Jayaraksa 11 rumah rusak ringan, 76 rusak sedang, 74 rusak berat; Kelurahan Baros 35 rumah rusak ringan dan 7 rusak sedang; Kelurahan Jayamekar 16 rumah rusak ringan; Kelurahan Sudayaja Hilir 53 rumah rusak ringan.
Selain itu, banjir juga merusak 5 unit masjid dan musala, 3 bangunan pesantren dan 1 sarana kesehatan.
2. Kecamatan Cikole
Kelurahan Selabatu 3.026 rumah rusak ringan; Kelurahan Kebonjati 23 rumah rusak ringan dan 1 rusak sedang; Kelurahan Subangjaya 48 rumah rusak ringan; dan Kelurahan Cisarua 2 rumah rusak sedang.
3. Kecamatan Citamiang
Kelurahan Citamiang 25 rumah rusak ringan; Kelurahan Cikondang 18 rumah rusak sedang; Kelurahan Gedong Panjang 34 rumah rusak ringan dan 18 rumah rusak sedang; dan Kelurahan Tipar 4 rumah rusak ringan, 2 rumah rusak sedang 1 rumah rusak berat.
4. Kecamatan Cibeureum
Kelurahan Babakan 6 rumah rusak ringan dan 4 rumah rusak ringan; Kelurahan Cibeureum Hilir 38 rumah rusak sedang; Kelurahan Limusnunggal 140 rumah rusak ringan, 4 rumah rusak sedang dan 10 rumah rusak berat.
5. Kecamatan Lembursitu
Kelurahan Cikundul 3 rumah rusak ringan, 1 rumah rusak sedang dan 2 rumah rusak berat.
6. Kecamatan Gunungpuyuh
Kelurahan Sriwidari 1 madrasah rusak sedang; dan Kelurahan Karangtengah 3 rumah rusak ringan.
7. Kecamatan Warudoyong
Kelurahan Benteng 20 rumah rusak ringan; kelurahan Dayeuhluhur 4 rumah rusak ringan; kelurahan Sukakarya 41 rumah rusak ringan dan 2 rumah rusak sedang; dan Kelurahan Warudoyong 1 rumah rusak ringan.
Sementara itu, untuk bangunan yang terdampak tanah longsor BPBD Kota Sukabumi mencatat total ada sebanyak 25 unit dengan rincian 20 unit di Kecamatan Cikole, 2 unit di Kecamatan Citamiang dan 3 unit di Kecamatan Gunungpuyuh.
Sama halnya dengan bangunan yang terdampak banjir dan tanah longsor sekaligus yaitu berjumlah 25 unit dengan rincian 16 unit di Kecamatan Citamiang dan 9 unit di Kecamatan Lembursitu.
Berita Terkait
-
Tornado Dahsyat Landa AS: 7 Tewas, 55 Juta Terancam! Banjir Bandang Mengintai
-
Nyalakan Sirine Darurat, Sopir Ambulans Bukan Bawa Pasien Tapi Warga yang Ingin Wisata ke Sukabumi
-
7 Makanan Lebaran Khas Sukabumi yang Bikin Kangen saat Lebaran Tiba
-
Ramadan Penuh Berkah, Cleanermasjid & Driver ShopeeFood Kompak Bantu Masjid
-
Kunjungan Kerja ke BPBD Provinsi DIY, Fikri Faqih Dorong Revisi UU Penanggulangan Bencana
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Cari Titik Temu, Bupati Bogor Ajak Duduk Bersama Bahas Isu Viral Kades Minta THR
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?