SuaraJabar.id - Sebuah gagasan radikal dan belum pernah ada sebelumnya dilontarkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia berencana merombak total skema bantuan keuangan (bankeu) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) ke desa.
Mulai tahun 2027, bantuan yang biasanya cair dalam bentuk uang tunai akan diubah menjadi kepemilikan saham di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), salah satunya yang paling potensial adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB).
Jika rencana ini terwujud, maka desa-desa di Jawa Barat tidak lagi hanya menjadi penerima bantuan, tetapi akan bertransformasi menjadi investor dan pemilik aset produktif daerahnya sendiri.
Gagasan ini dilontarkan Dedi Mulyadi dengan visi jangka panjang yang jelas.
Menurutnya, perubahan skema ini akan dimulai setelah target revitalisasi seluruh infrastruktur di tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan desa tuntas pada periode 2027 hingga 2029, yang bertepatan dengan akhir masa jabatannya.
Setelah fondasi fisik terbangun, Dedi ingin membangun fondasi kemandirian ekonomi desa.
"Di tahun itu, saya sudah ingin Pemprov itu membagi saham kepada desa yaitu saham di perbankan," kata Dedi di Gedung Sate Bandung, Selasa.
Ini adalah pergeseran paradigma dari bantuan yang habis pakai menjadi aset yang berpotensi terus menghasilkan pendapatan (dividen) bagi desa setiap tahunnya.
Meskipun visinya sudah jelas, Dedi Mulyadi secara jujur mengakui bahwa mekanisme teknis untuk mengeksekusi ide besar ini masih dalam tahap pengkajian. Namun, ia telah memiliki konsep dasarnya.
Baca Juga: Warisan Proyek Mangkrak di Meja Dedi Mulyadi, Sanggupkah Akhiri Kutukan 10 Tahun TPPAS Lulut Nambo?
"Kita lagi cari, misalnya Bank Jabar (BJB), nah nanti desa itu menjadi bagian dari pemilik saham di BJB. Jadi uang yang kita distribusikan ke desa itu nanti dibelikan saham, rencana saya begitu," ucapnya.
Artinya, alokasi dana bantuan tahunan untuk setiap desa tidak akan ditransfer ke rekening desa, melainkan akan langsung dikonversi oleh Pemprov untuk membeli saham Bank BJB atas nama Pemerintah Desa tersebut.
Pilihan mengerucut pada Bank BJB bukan tanpa alasan. Di antara BUMD yang ada di Jawa Barat, hanya Bank BJB yang berstatus Perusahaan Terbuka (PT Tbk). Ini adalah poin paling krusial.
Tercatat di Bursa Efek: Bank BJB telah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak tahun 2010 dengan kode saham BJBR. Sahamnya bisa diperjualbelikan secara bebas dan transparan oleh publik.
Aksesibilitas: Status Tbk ini memungkinkan Pemprov untuk membeli sahamnya melalui pasar modal atas nama desa-desa.
Kinerja Terukur: Sebagai perusahaan publik, kinerja keuangan dan tata kelola BJB diawasi secara ketat oleh OJK dan BEI, memberikan jaminan keamanan investasi.
Berita Terkait
-
Warisan Proyek Mangkrak di Meja Dedi Mulyadi, Sanggupkah Akhiri Kutukan 10 Tahun TPPAS Lulut Nambo?
-
Menteri LHK Sentil Pemprov Jabar, Sebut Proyek Sampah Lulut Nambo Monumen Mangkrak 1 Dekade
-
Denda PBB Dihapus dan Pajak di Bawah Rp100 Ribu Gratis di Kabupaten Bogor
-
Hormat ke 'Nyi Roro Kidul' Jadi Polemik, Pemprov Jabar Jawab dengan Agenda Kirab Kerajaan Sunda
-
Hormat ke 'Nyi Roro Kidul' di Kirab HUT RI, Dedi Mulyadi Dihujat dan Dituding Punya Obsesi
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
3 Terobosan Pajak Kendaraan Ala Dedi Mulyadi di Jawa Barat yang Bikin Warga Senyum Lebar
-
Gak Perlu KTP Pemilik Pertama, Kini Dedi Mulyadi Usul Bayar Balik Nama Disubsidi
-
Heboh Bayi Hampir Tertukar di RSHS, Ini Peringatan dari Sekda Jabar
-
Tipu Korban Rp2 Miliar Pakai Cek Kosong, Berkas Rio Delgado Hassan Resmi Dilimpahkan ke Kejati Jabar
-
Pabrik di Tangerang Klarifikasi Isu Pencemaran: Ada Dugaan Pemerasan?