SuaraJabar.id - Stok minyak goreng kemasan maupun curah di Kabupaten Garut diklaim aman menjelang Ramadhan sampai Lebaran 1443 Hijriyah.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Garut, Rudy Gunawan pada Rabu (16/5/2022). Syaratnya, masyarakat tidak membeli minyak goreng secara berlebihan.
"Kita pastikan untuk wilayah Kabupaten Garut menjelang Bulan Puasa dan Idul Fitri kami aman," kata Bupati Garut Rudy Gunawan dikutip dari Antara.
Ia menuturkan jajaran pemerintah daerah bersama Kepolisian Resor Garut telah melakukan peninjauan ketersediaan minyak goreng di Garut, yang hasilnya pasokan sudah cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kebutuhan minyak goreng di Garut, kata dia, mencapai 700 ribu liter jika dihitung dari angka 700 ribu keluarga yang membutuhkan minyak goreng selama beberapa hari sebanyak 1 liter.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan minyak goreng secara bijaksana dan tidak membeli barang tersebut secara berlebihan karena akan menimbulkan kelangkaan di pasaran.
"Jadi saya mohon masyarakat juga tidak usah panik dan kita akan melakukan langkah-langkah di lapangan," kata Bupati.
Terkait antisipasi penimbunan barang, Rudy memastikan tidak akan terjadi karena jajaran kepolisian termasuk petugas dari dinas terkait akan terus memantau setiap pendistribusian.
"Sekarang itu ada Satgas Pangan dari Mabes Polri, jadi pengendaliannya untuk yang ya nimbun-nimbun dan lain sebagainya saya kira tidak ada, di Garut itu tidak ada penimbunan," katanya.
Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono menambahkan jajarannya siap mengawasi pendistribusian minyak goreng agar tidak ada pihak yang melakukan penimbunan atau menjualnya dengan tidak wajar sehingga merugikan masyarakat.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membeli minyak goreng secara berlebihan karena akan menyebabkan warga lain tidak kebagian.
"Kita sudah cek ketersediaannya aman, kita juga imbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Hanya Mengaku Mencubit, ASN BPK Tersangka Penganiaya ART Tak Berkutik Saat Ditahan Polres Bogor
-
Hina Suku Sunda Saat Mabuk, YouTuber Resbob Didakwa Pasal Ujaran Kebencian di PN Bandung
-
Skandal Kematian NS di Sukabumi Makin Rumit! Kuasa Hukum Ibu Tiri TR Curigai Pihak Lain Terlibat
-
Misteri Kematian NS di Sukabumi, Pengacara Mira Widyawati Bongkar Kejanggalan dan Riwayat Kelam
-
Naik ke Penyidikan! Kasus Kematian NS di Jampangkulon Temukan Titik Terang, Ibu Tiri Jadi Sorotan