SuaraJabar.id - Sosok Santi Warastuti menjadi sorotan usai viral di media sosial lantaran aksinya dalam Car Free Day (CFD) Bundaran HI Jakarta pada Minggu (26/6/2022).
Ia membentangkan poster bertuliskan "Tolong, anakku butuh ganja medis" di tengah keramaian warga. Sementara di sampingnya ada seorang pria paruh baya bersama seorang anak yang tergolek lemah di stroller.
Anak tersebut bernama Pika yang mengidap cerebral palsy atau lumpuh otak yang mempengaruhi gangguan yang memengaruhi kemampuan otot, gerakan, hingga koordinasi tubuh seseorang.
Melihat ke belakang, aksi yang dilakukan Santi itu ternyata merupakan bagian dari perjuangan panjang agar ganja medis dilegalkan untuk pengobatan.
Ia bersama dua orang ibu lainnya bernama Dwi Pertiwi dan Nafiab Murhayanti mengajukan permohonan uji materil pasal pelarangan narkotika golongan 1 yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika kepada Mahkamah Konstitusi.
Pengajuan permohonan uji materil Undang-undang Narkotika juga diinisiasi oleh Koalisi Advokasi Narkotika untuk Kesehatan pada 19 November 2020. Hal itu diceritakan Founder Rumah Cemara, Patri Handoyo.
"Yang diuji adalah pasal bahwa narkotika golongan 1 terutama ganja supaya bisa dimanfaatkan sebagai obat," kata Patri saat dihubungi Suara.com pada Rabu (29/6/2022).
Pada dasarnya Patri setuju narkotika golongan 1 khususnya ganja dilegalkan untuk kebutuhan medis sehinga pihaknya ikut mendorong permohonan uji materi UU tentang Narkotika.
Meski secara khusus di Indonesia belum ada penelitian khusus terkait manfaatnya, terang Patri, namun berbagai penelitian di negara lain membuktikan ganja efektif untuk pengobatan gejala epilepsi, dan lain-lain.
Baca Juga: Mahasiswa Berambut Gondrong Ini Nekat Jualan Ganja di Kampusnya Sendiri, Begini Ujungnya
Apalagi menurut Patri, pada 2 Desember 2020, Komisi PBB untuk Narkotika yaitu CND (the UN Commission on Narcotic Drugs) melalui pemungutan suara telah menyetujui rekomendasi WHO untuk menghapus ganja dan getahnya dari golongan IV Konvensi Tunggal Narkotika 1961.
"Ganja tidak lagi dianggap memiliki risiko hingga menyebabkan kematian. Belum ada orang mati karena overdosis ganja," sebut Patri.
Ia berharap MK segera mengabulkan permohonan uji materi yang sudah sekitar dua tahun diperjuangan. Berdasarkan informasi yang diterimanya, prosesnya kini hanya tinggal menunggu sidang putusan.
"Harapannya dikabulkan pasti. Karena kan pengidap epilepsi jumlahnya ribuan, belum yang parkinson hubungan dengan syaraf. Itukan banyak, belum lagi kaya pengidap kanker," terangnga.
"Walaupun belum ada kajian yang menyatakan ganja bisa menyembuhkan kanker tapi ganja terbukti membantu kemoterapi jadi lebih baik. Kan kemoterapi jadi malas makan, nah ganja bisa menimbulkan nafsu makan ke orang kemo, depresi berkurang," tambah Patri.
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Berita Terkait
-
Sudah 5 Kali Beraksi! Dua Pengedar 62,5 Kg Ganja Ditangkap di Petamburan
-
Modus Permen! Gummy Ganja Asal Inggris Dipesan Warga Bekasi 4 Kali Lewat Website
-
Warga Malaysia Bawa Narkoba Kembali Ditangkap di Bandara, Kali Ini di India
-
Selain Indonesia, Singapura Jadi Sasaran Warga Malaysia Selundupkan Ganja dan Sabu
-
Polisi Bongkar Pabrik Vape THC Milik WNA di Bali, Transaksi Pakai Kripto
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23
-
Dedi Mulyadi Bantah Proyek Data Center Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Terkendala Birokrasi
-
Dave Laksono: Reshuffle Kabinet Bagian dari Evaluasi dan Penataan
-
Bupati Karawang Tegaskan Mutasi ASN Tanpa Pungutan: Tak Ada Jual-Beli Jabatan
-
Dua Pelajar Terseret Ombak di Pantai Istiqomah, Satu Selamat, Satu Masih Dicari