SuaraJabar.id - Proyek pembangunan perumahan Pesona Farida Regency Palabuhanratu menurut warga Kampung Kutamekar, Kabupaten Sukabumi memicu banjir di sekitar wilayah mereka.
Akibat proyek pembangunan perumahan tersebut, puluhan tempat tinggal warga di Kampung Kutamekar terendam banjir.
"Peringatan keras ini karena pihak pengembang tidak memperhatikan dampak dari pembangunan perumahan itu, sehingga kerap menyebabkan banjir di permukiman warga di di Kampung Kuta Mekar, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu seperti terjadi pada Sabtu, (22/10) malam di mana puluhan rumah di kampung itu terendam banjir dengan ketinggian hingga satu meter," kata Ketua RT 03/10 Kampung Kutamekar Andi Suhendi mengutip dari Antara.
Dikatakan Andi, bahwa sebelum proyek pembangunan perumahan itu, daerahnya tidak pernah mengalami banjir seperti ini, tetapi setelah ada proyek pembangunan Perumahan Pesona Farida Regency dalam beberapa pekan sudah terjadi tiga kali banjir dengan ketinggian air sampai satu meter.
Akibat dari banjir itu, selain menyebabkan lingkungan warga menjadi kotor juga merusak harta benda milik masyarakat yang terdampak. Bahkan banjir tersebut mengancam keselamatan warga sebab memicu tanah longsor.
Warga sudah mengajukan protes beberapa kali namun tidak mendapatkan jawaban pasti hanya janji dari pihak pengembang untuk segera menuntaskan permasalahan itu dan berjanji akan mengganti kerugian masyarakat yang terdampak.
Camat Palabuhanratu Ali Iskandar menurut pihak warga sudah memberikan teguran kepada pihak pengembang terkait keluhan warga ini.
Banjir ini dipicu karena aliran sungai yang mengalir di sekitar lokasi proyek terdampak pembangunan seperti alirannya menjadi sempit dan pendangkalan, imbasnya saat terjadi hujan deras maupun banjir kiriman sungai itu tidak lagi bisa menampung debit air sehingga imbasnya air sungai meluap dan membanjiri permukiman warga di Kampung Kutamekar.
"Kami hanya ingin pihak pengembang memperhatikan lingkungan masyarakat sekitar, karena warga tidak pernah mengganggu proses pembangunan itu. Tetapi, jika kondisinya seperti ini kami tidak segan meminta Pemkab Sukabumi untuk menunda pembangunan hingga keluhan warga diperhatikan pengembang," ucapnya.
Baca Juga: Jembatan Nusantara diresmikan, Jadi Akses Baru bagi Warga Bantargadung Sukabumi
Sementara itu, Project Manager PT Ratu Bangun Developer Perumahan Pesona Farida Regency Palabuhanratu Angga meminta maaf kepada warga atas kejadian banjir yang merendam sejumlah rumah warga di Kampung Kutamekar yang diduga dipicu pembangunan perumahan yang dikembangkan pihaknya.
Berita Terkait
-
Mengenal Masjid Al Jabbar Karya Ridwan Kamil, Utang Pembangunannya Dibongkar Dedi Mulyadi
-
Lawan Ridwan Kamil, Lisa Mariana Akan Konferensi Pers Meski Kondisi Mental Tak Stabil
-
Warga Jabar yang Taat Pajak Jangan Iri karena Tak Dapat Pemutihan, Dedi Mulyadi Siapkan Surprise
-
Nyalakan Sirine Darurat, Sopir Ambulans Bukan Bawa Pasien Tapi Warga yang Ingin Wisata ke Sukabumi
-
Ditanya Banjir Sampai Sampah saat Halalbihalal ke Megawati, Pramono: Alhamdulillah Bisa Kita Jawab
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar