SuaraJabar.id - Patung Presiden Republik Indonesia ke-1 Soekarno bakal dibangun di kawasan Walini Raya di Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tahun depan. Kawasana itu rencananya juga bakal ditata.
Berdasarkan desain pembangunan patung yang dimiliki Pemkab Bandung Barat, patung itu memiliki tinggi sekitar 100 meter dan akan dibangun oleh konsorsium Ciputra, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII, dan seniman I Nyoman Nuarta yang juga membuat patung garuda di Ibu Kota Negara (IKN).
Lokasi patung itu akan dibangun di tanah eks proyek Transit Oriented Development (TOD) Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB). Pembangunan TOD di kawasan Walini dipastikan batal dan dipindahkan ke Stasiun Padalarang.
Berdasarkan pantauan pada Sabtu (19/8/2023), kawasan Walini yang berada di Cikalongwetan saat ini masih berbentuk hamparan kebun. Di sana terdapat sebuah jalan pintas yang menghubungkan Cikalongwetan dengan Cipeundeuy.
Baca Juga: Digadang-gadang Habiskan Rp 10 Triliun untuk Sebuah Patung Soekarno, Ternyata Segini Biaya Aslinya
Deden Nurdiansyah (40) salah seorang warga mengaku sudah mendengar informasi terkait pembangunan patung Bung Karno dan penataan kawasan tersebut. Ia setuju dengan syarat bisa menumbukan perekonomiam bagi warga sekitarnya.
"Saya juga dengar informasinya dari mulut ke mulut. Ya sebagai warga biasa, setuju saja. Mudah-mudahan bisa meningkatkan perekonomian warga di sini," kata Deden.
Dia mengatakan, sebelumnya ramai kawasan Walini akan dijadikan TOD untuk KCJB. Namun akhirnya batal karena akhirnya lokasinya dipindahkan ke Stasiun Padalarang.
"Iya namanya juga wacana, dulu juga kan mau dibangun terminal (TOD) tapi enggak jadi. Sekarang enggak tahu nih jadi atau enggak," ujar dia.
Abdul (23) warga lainnya pun mengaku sudah mendapat informasi tersebut dari media sosial. Jika jadi, dia berharap pembangunannya tidak memberikan dampak negatif bagi warga seperti polusi dan kerusakan jalan.
Baca Juga: Sumber Dana Proyek Patung Soekarno Rp10 Triliun di Bandung Barat
"Daerah sini (Cikalongwetan) juga bisa lebih maju. Tapi ada juga nggak setujunya, nanti bisa macet, terus polusi, dan gersang daerahnya," kata Abdul.
Berita Terkait
-
Sebulan Menjabat Jadi Bupati, Jeje Govinda Bingung Ditanya Dedi Mulyadi
-
Tanah Bergerak Guncang Bandung, 20 Rumah Rusak
-
Syahnaz Sadiqah Jadi Ketua PKK, Publik Malah Ributkan Gelar Hajah
-
Apakah Ketua PKK Digaji? Jabatan Baru Syahnaz Sadiqah setelah Resmi Jadi Istri Bupati
-
Rekam Jejak Riza Nasrul Falah, Ketua Bawaslu Bandung Barat Ngaku Khilaf Diciduk Pesta Sabu: Awalnya Mau Beli Galon!
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar