"Saya anak tiga, tapi alhamdulillah yang 2 sudah bekerja 1 masih sekolah," ucap dia.
Ingin Pulang Kampung tapi Malu
Dalam hati terdalamnya, Yusuf ingin sekali pulang ke kampung halamannya untuk melepas rindu dengan anak dan istrinya. Biasanya dia pulang paling cepat sebulan sekali sebelum TPA Sarimukti terbakar.
Namun untuk saat ini ia memilih tidak pulang dulu meskipun punya waktu luang karena belum ada kejelasan kapan TPA dibuka lagi. Yusuf merasa jika memaksakan pulang pun percuma karena bingung tidak memiliki pekerjaan di kampung halaman.
Ia hanya berharap keluarganya mengerti akan kondisinya, dan berdoa semoga segera ada keajaiban yang membuat TPA Sarimukti lekas pulih.
"Kalau pulang mau, buat ongkos jiga ada bisa maksain tapi enggak bisa karena di kampung gak ada pekerjaan lagi. Biasanya saya pulang sebulan sekali. Keluarga juga khawatir sama kesehatan saya, was-was tapi mudah-mudahan selalu disehatkan," kata Yusuf.
Hidup Tanpa Bantuan
Asa untuk kembali memungut sampah sempat muncul ketika zona darurat pembuangan sampah dibuka terbatas sejak pekan lalu. Namun ternyata para pemulung tidak diizinkan masuk ke area pembuangan sementara itu. Kecewa jelas dirasakan mereka, namun hanya bisa mengelus dada.
Harapan pemulung, kebakaran TPA Sarimukti bisa segera dipadamkan sehingga pada 11 September truk-truk bisa kembali membuang sampah.
Baca Juga: Dua Pekan TPA Sarimukti Kebakaran, Warga di Cimahi Kucing-kucingan Buang Sampah Sembarangan
"Udah hampir sebulan libur, gak ada pemasukan. Informasinya tanggal 11 ini bisa lagi mudah-mudahan bener," ujar Oom Komalasari (52), pemulung lainnya.
Sebab mata pencahariannya terpusut usai TPA Sarimukti terbakar, para pemulung mengandalkan bantuan untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari untuk bertahan di "Kampung Pemulung".
Namun, kata Oom, bantuan seperti makanan berupa nasi, mie instans, dan sembako, namun saat ini bantuan itu sudah tidak ada lagi diterima sejak empat hari lalu.
"Bantuan (makanan) sudah empat hari enggak ada dan sudah tidak ada konfirmasi apa-apa lagi kalau masalah bantuan. Tapi kami enggak bisa mulung lagi, katanya sampai 11 September," tandas dia.
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Tag
Berita Terkait
-
Dua Pekan TPA Sarimukti Kebakaran, Warga di Cimahi Kucing-kucingan Buang Sampah Sembarangan
-
Total Kerugian Akibat Kebakaran TPA Sarimukti
-
Masih Terbakar, Upaya Pemadaman TPA Sarimukti Masuki Hari ke-8
-
Api di TPA Sarimukti Sulit Dipadamkan, Hengky Kurniawan Minta Bantuan BNPB Terjunkan Helikopter Water Bombing
-
Kebakaran TPA Sarimukti Masuki Hari Kelima, 7 Sekolah Diliburkan Dua Hari
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Bandung Darurat Begal! Polisi Bolehkan Warga Melawan Pelaku di Jalanan, Ini Syaratnya
-
Berkas Perkara Rampung, Polda Jabar Segera Serahkan Taufik Hidayat ke Kejaksaan
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin