SuaraJabar.id - Fasilitas umum di alun-alun Cililin yang berkonsep Little Madinah banyak yang hilang diambil tangan-tangan tak tampak. Lantas siapa pelakunya?
Keberadaan para petugas keamanan yang seharunya bertugas di lokasi yang sudah diresimkan sejak September 2023 dipertanyakan. Dampak dari barang yang hilang, alun-alun Cililin berkonsep Little Madinah kini ditutup untuk umum.
Seperti diketahui jika alun-alun Cililin berkonsep Little Madinah sudah diresimkan, namun hingga saat ini masyarakat tidak boleh masuk untuk berkunjung.
Meski proyek revitalisasi telah tuntas serta sudah diresmikan bupati, namun pihak pengelola malah mengatakan jika fasilitas umum hilang digasak maling. Lokasi "Little Madinah" itu tak bisa dinikmati masyarakat lantaran khawatir kejadian serupa kembali terjadi.
Dikutip dari AyoBandung--jaringan Suara.com, Kepala PUTR Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Mochamad Ridwan Evi mengakui jika revitalisasi alun-alun Cililin rampung pada awal September 2023.
Dia lantas memutuskan belum membuka lokasi tersebut untuk umum. Beberapa fasilitas yang dikatakan hilang ialah pompa air, rumput sintetis, hingga lampu taman.
Sehingga, untuk mengantisipasi kejadian tak terulang lagi, area alun-alun Cililin dipagar rapat dan dilarang dikunjungi oleh kontraktor.
"Untuk menjaga keamanan kita tutup lagi. Diputuskan belum bisa dikunjungi masyarakat. Ini karena pompa, rumput sintetis, dan lampu taman di sana dicuri," kata Ridwan dikutip pada Selasa (14/11).
Ternyata kasus pencurian fasilitas umum tidak hanya terjadi di alun-alun Cililin, kejadian serupa juga terjadi di alun-alun Lembang.
Pemda kemudian mengambil keputusan yang sama, yakni diputuskan tidak membuka bagi publik dengan masalah sampah imbas para pengunjung tak disiplin. "Sama halnya dengan Lembang (ditutup). Di Lembang itu banyak sampah," papar Ridwan.
Terkait rentetan peristiwa tersebut, Ridwan mengaku belum menghitung jumlah kerugian akibat kehilangan tesebut. Untuk mengusut peristiwa tersebut, pihak PUPR malah tidak membawa kasus pencurian tersebut pada polisi.
Sementara untuk kerugian kata dia, dibebankan ke pengusaha karena proyek infrastruktur dilaksanakan pihak ketiga selaku pemegang tender masih bertanggungjawab atas kerusakan di Alun-alun Lembang dan Cililin maksimal 6 bulan.
"Kalau ada kerusakan kontruksi itu tanggung jawab pemborong hingga 6 bulan ke depan," katanya.
Tentang apa yang diungkap pihak PUPR, rupanya tidak beralasan. Sejumlah warga mengatakan jika hal tersebut mengada-ngada.
Tokoh Bandung Barat, Asep Mahmud Yusuf mengatakan jika seharusnya prinsip layanan publik adalah keamanan dan kenyamanan.
Tag
Berita Terkait
-
Lompat dari Atas Rakit, Siswa SMP Bandung Barat Tenggelam di Sungai Citarum, Warga: Korban Belum Ditemukan
-
Kehilangan Mata Pencaharian Selama 2 Bulan, Ratusan Pemulung Minta TPA Sarimukti Dibuka Kembali
-
Disambut Baliho Ganjar Saat Safari Politik ke Bandung Barat, Anies: Banyak Baliho Saya Gak Bisa Dipasang
-
Reaksi Anies Baswedan Saat Disambut Seperti Ini di KBB, Ingatkan Warga Jangan Ganggu Bacapres Lain
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya
-
Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor
-
Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen
-
Kecelakaan Maut di Bekasi: Rem Blong, Truk Molen Hantam Halte dan Tewaskan 6 Orang
-
Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain