SuaraJabar.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Jawa Barat menyampaikan hasil verifikasi dan validasi terhadap ratusan rumah, tercatat hanya 41 rumah yang masuk kriteria terdampak gempa bumi untuk selanjutnya akan diusulkan mendapatkan bantuan perbaikan.
"Kita bantu untuk rehab rumahnya," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Aah Anwar Saefuloh saat dihubungi melalui telepon seluler di Garut, Rabu (11/12/2024).
Ia menjelaskan, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4.2 yang lokasinya berpusat di Gunung Papandayan Garut, Sabtu (7/12/2024) pagi telah menyebabkan kerusakan rumah warga dan fasilitas umum lainnya yang tersebar di tujuh kecamatan.
Adanya daerah yang terdampak gempa itu, katanya, jajarannya langsung melakukan asesmen dan mendapatkan laporan awal terdapat 224 unit rumah rusak tersebar di Kecamatan Pasirwangi, Cisurupan, Bayongbong, Samarang, Sukaresmi, Tarogong Kaler, dan Cikajang.
"Total kerusakan rumah sebanyak 224 unit rumah terdampak dengan 224 kepala keluarga dan 676 jiwa," katanya.
Ia menyampaikan, tim dari BPBD Garut dan instansi lainnya di lapangan melakukan verifikasi dan validasi secara teliti, yang hasilnya terdapat hanya 41 rumah yang masuk kriteria rusak, sisanya rumah rusak sangat ringan, dan tidak masuk kriteria.
Rumah yang masuk kriteria rusak akibat gempa bumi itu, katanya, rincian untuk kategori tingkat kerusakannya yakni satu unit rumah rusak berat, sembilan unit rumah rusak sedang, dan 31 unit rumah rusak ringan.
"Sebanyak 128 unit rumah rusak sangat ringan, 55 unit rumah tidak mengalami kerusakan," katanya.
Ia mengatakan, data tersebut selanjutnya akan menjadi pembahasan untuk dilaporkan ke pimpinan untuk menentukan kebijakan menyiapkan bantuan rehabilitasi rumah rusak tersebut.
Baca Juga: BPBD Cianjur: Ratusan Warga di Sembilan Kecamatan Mengungsi Akibat Banjir dan Longsor
Selama penanganan ini, kata dia, pemerintah memasok bantuan kebutuhan dasar bagi warga yang saat ini masih bertahan di rumahnya masing-masing, maupun yang mengungsi di rumah saudara, dan dipastikan tidak ada warga yang mengungsi di tenda.
"Sementara mengungsi di rumah keluarganya, tidak ada di tenda. Kita koordinasi dengan Dinsos untuk 'support' kebutuhan dasarnya," katanya.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis gempa berkekuatan Magnitudo 4.2 terjadi pada Sabtu (7/12/2024) sekitar jam 07.12 WIB, dengan lokasi di 20 Kilometer Barat Daya Garut berkedalaman 10 kilometer.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Sorotan Pohon Hilang di Gasibu, Dedi Mulyadi: 1 Pohon Ditebang Diganti 50 Asem Jawa
-
Viral ASN PPPK Paruh Waktu DPUTR Bandung Barat Live TikTok, Singgung Fee Proyek
-
Menhut Raja Antoni Ungkap Dukungan Prabowo untuk Percepatan Restorasi Ekosistem
-
Karhutla Hanguskan 18 Hektare Hutan di Sukabumi, Sejumlah Titik Masih Berasap
-
Sengketa Lahan SDN 026 Memanas, Wali Kota Bandung Tegas Pasang Badan Demi 900 Siswa