Scroll untuk membaca artikel
Syaiful Rachman
Senin, 24 Maret 2025 | 05:43 WIB
Polisi melakukan pengaturan arus lalu lintas kendaraan di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (23/3/2025). (ANTARA/HO-Polres Garut)

SuaraJabar.id - Kepolisian Resor Garut menyampaikan bahwa arus lalu lintas kendaraan di jalur selatan Jawa Barat (Jabar) lintas Kabupaten Garut masih terpantau normal, belum ramai dilintasi kendaraan bermotor pemudik di jalur itu, Minggu (23/3/2025) malam.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut, Iptu Aang Andi Suhandi menyatakan situasi hari libur, dan sudah memasuki pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2025 terpantau di jalur mudik jalan nasional ataupun provinsi masih normal.

"Masih normal lancar seperti hari-hari biasa," kata Aang dilansir ANTARA.

Ia menuturkan Operasi Ketupat Lodaya 2025 sudah dimulai dengan menyiagakan sejumlah personel di setiap pos jalur mudik wilayah jalur selatan Jabar lintas Limbangan-Malangbong ataupun jalur provinsi lintas Kadungora-Leles-Tarogong.

Baca Juga: KPU Tasikmalaya Tetapkan Ai Diantani sebagai Calon Bupati Pengganti untuk PSU Pilkada

Kondisi di jalur itu, kata dia, terpantau tidak ada kepadatan akibat terjadinya arus kendaraan pemudik yang melakukan perjalanan dari arah barat wilayah kota besar ke arah timur ataupun sebaliknya.

"Sampai sekarang untuk peningkatan arus lalu lintas demikian terpantau lancar," katanya.

Meskipun terpantau masih normal, kata dia, jajarannya tetap siaga di setiap pos pengamanan ataupun di pos jalur rawan kemacetan dan aktivitas masyarakat di wilayah Garut.

Dia menyebutkan jalur mudik di wilayah Garut terdapat beberapa titik yang menjadi rawan kemacetan, yakni aktivitas pasar tumpah di jalur Limbangan-Malangbong, kemudian di Kadungora dan Leles.

"Pengguna jalan diimbau tetap hati-hati, dan selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas untuk kelancaran bersama," katanya.

Baca Juga: Polresta Cirebon Siapkan Bus Mudik Gratis Tujuan Semarang, Kuota Cuma 150 Orang

Menurutt dia, pengamanan Idul Fitri tidak hanya dilakukan di jalur mudik, melainkan juga di sejumlah titik keramaian lainnya seperti stasiun kereta api, Terminal Guntur, dan pusat perkotaan Garut.

Polres Garut dalam Operasi Ketupat Lodaya 2025 menerjunkan sebanyak 1.200 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, BPBD, Dinas Perhubungan, maupun instansi pemerintah daerah lainnya untuk melayani pemudik agar lancar dan selamat.

Pengendara sepeda motor melintas pada malam hari di jalanan wilayah perkotaan Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Garut, Jawa Barat beberapa waktu lalu. (ANTARA/Feri Purnama)

Pemprov Jawa Barat Pasang PJU di 400 Titik di Wilayah Jalur Mudik Garut

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengalokasikan 400 titik pemasangan baru penerangan jalan umum (PJU) tersebar di jalur mudik wilayah Kabupaten Garut untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengendara saat perjalanan malam hari.

"Sekarang ada bantuan dari Provinsi 400 titik disebar di jalan-jalan provinsi, terutama Jalan Garut-Bandung," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Satria Budi kepada wartawan di Garut, Minggu (23/3/2025).

Ia menuturkan, Pemkab Garut mengusulkan bantuan pemasangan PJU baru yang akhirnya dapat direalisasikan di tahun anggaran 2025 sebanyak 400 unit PJU dari Pemerintah Provinsi Jabar.

Seluruh PJU itu, kata dia, dipasang di sepanjang jalan utama seperti Garut-Bandung, kemudian Jalan Raya Cikajang-Pameungpeuk, lalu Jalan Raya Cilawu-Tasikmalaya yang ditargetkan selesai pemasangan tujuh hari sebelum Hari Raya Lebaran.

"Alhamdulillah kita terus lakukan evaluasi kaitan dengan penerangan jalan di Garut, mudah-mudahan H-7 kita selesai," katanya.

Ia menyampaikan, bantuan PJU dari Provinsi Jabar itu untuk memadatkan atau menambah penerangan di setiap titik jalan, terutama di jalan yang rawan kecelakaan maupun kriminalitas.

Saat ini, lanjut dia, terkait penerangan jalan masih belum ideal apabila mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan yakni sepanjang jalan 1 km harus terdapat sebanyak 25 titik PJU.

"Permenhub 1 km 25 titik, tapi kemampuan keuangan belum ke sana, yang terpenting pada titik yang dianggap rawan kita fasilitasi," katanya.

Ia menambahkan, upaya memfasilitasi penerangan jalan itu tidak hanya dari pemerintah provinsi, tapi juga Pemkab Garut telah menyiapkan anggaran untuk sebatas pemeliharaan.

"Kabupaten hanya pemeliharaan, mudah-mudahan kita ada dukungan, kita sedang mengajukan ke provinsi," katanya.

Load More