SuaraJabar.id - Buka Instagram, dan feed kamu pasti penuh dengan foto-foto epik dari Raja Ampat, Borobudur, atau Bali.
Destinasi-destinasi ini memang jawara dalam urusan pemandangan yang memanjakan mata.
Tapi, tahukah kamu bahwa di balik keindahannya yang sering kita lihat, tersimpan cerita, mitos, dan fakta tersembunyi yang jarang sekali terungkap?
Bagi kita, para petualang milenial dan Gen Z, traveling bukan lagi sekadar mengumpulkan foto bagus.
Ada kepuasan tersendiri saat kita mengetahui kisah di balik tempat yang kita kunjungi.
Perjalanan terasa lebih "berisi" dan bermakna. Dari relief candi yang sengaja ditimbun hingga legenda naga yang dianggap sebagai saudara kembar manusia, Indonesia punya segudang rahasia yang menunggu untuk kamu kulik.
Siap untuk melihat destinasi favoritmu dari sudut pandang yang berbeda?
Berikut adalah 5 hal yang tidak banyak diketahui orang tentang destinasi wisata paling hits di Indonesia.
1. Kaki Tersembunyi Candi Borobudur: Relief Dosa yang Sengaja Ditimbun
Baca Juga: Sambut F1Powerboat di Danau Toba, Bandara Raja Sisingamangaraja XII Tampilkan Kesenian Khas Batak
Semua orang tahu Borobudur itu megah. Tapi tidak banyak yang tahu bahwa ada bagian paling dasar dari candi ini yang sengaja "disembunyikan" atau ditimbun.
Bagian ini disebut Karmavibhangga, yang berisi 160 relief yang menggambarkan hukum sebab-akibat atau karma dalam kehidupan manusia.
Relief ini menampilkan adegan-adegan duniawi, dari perbuatan tercela seperti bergosip, membunuh, dan menyiksa, beserta hukumannya di neraka, hingga perbuatan baik dan ganjarannya.
Ada dua teori utama mengapa bagian ini ditimbun: pertama, untuk memperkuat struktur candi agar tidak longsor.
Kedua, alasan teologis, agar pengunjung tidak terdistraksi oleh gambaran duniawi dan bisa langsung fokus pada ajaran yang lebih tinggi di tingkat selanjutnya.
2. Legenda Empat Raja di Raja Ampat
Nama "Raja Ampat" sendiri sebenarnya berasal dari sebuah legenda lokal yang magis.
Konon, dahulu kala ada sepasang suami istri yang menemukan tujuh telur naga.
Empat telur di antaranya menetas menjadi empat orang pangeran yang kemudian berpisah dan masing-masing menjadi raja di empat pulau terbesar: Waigeo, Misool, Salawati, dan Batanta.
Tiga telur lainnya? Satu menjadi batu, satu menjadi hantu, dan satu lagi menetas menjadi seorang perempuan.
Kisah "Empat Raja" inilah yang menjadi cikal bakal nama Raja Ampat, memberikan sentuhan mistis pada surga bawah laut yang keindahannya sudah mendunia.
3. Asal-Usul Danau Toba: Patah Hati yang Menciptakan Danau Raksasa
Kisah di balik terbentuknya danau vulkanik terbesar di dunia ini jauh lebih dramatis dari yang kita bayangkan.
Menurut legenda Batak, Danau Toba tercipta dari amarah seorang pemuda sakti bernama Toba yang patah hati.
Singkat cerita, Toba menikahi seorang perempuan jelita yang sebenarnya adalah jelmaan ikan mas.
Syaratnya, Toba tidak boleh pernah mengungkit asal-usul istrinya. Suatu hari, saat marah pada anak mereka, Samosir, Toba tak sengaja berteriak, "Dasar anak ikan!"
Sumpah pun terlanggar. Seketika, sang istri kembali menjadi ikan dan dari bekas pijakannya menyembur air bah yang dahsyat hingga menenggelamkan seluruh lembah.
Menyisakan Samosir yang sempat diperintahkan ibunya untuk lari ke bukit tertinggi. Bukit itulah yang kini kita kenal sebagai Pulau Samosir.
4. Komodo, Sang "Saudara Kembar" Manusia
Di Pulau Komodo, masyarakat lokal hidup berdampingan dengan kadal raksasa ini bukan tanpa sebab.
Ada sebuah mitos kuno yang sangat mereka yakini, yaitu legenda "Putri Naga".
Konon, seorang putri bernama Putri Naga melahirkan sepasang anak kembar: seorang bayi laki-laki bernama Gerong dan seekor bayi komodo betina yang diberi nama Orah.
Keduanya dibesarkan bersama, namun akhirnya harus dipisahkan. Sang ibu berpesan kepada Gerong dan keturunannya untuk selalu memperlakukan komodo sebagai saudara, tidak boleh menyakiti atau memburunya.
Kepercayaan inilah yang membuat masyarakat Komodo memiliki ikatan batin yang kuat dan menghormati keberadaan sang naga purba.
5. Desa Trunyan, Bali: Pemakaman Tanpa Kuburan yang Tak Berbau
Saat mendengar Bali, yang terbayang adalah pantai, pura, dan Pesta. Tapi di pesisir Danau Batur, Kintamani, ada sebuah desa bernama Trunyan dengan tradisi pemakaman yang sangat unik dan jauh dari kesan glamor.
Di sini, jenazah orang yang meninggal tidak dikubur atau dibakar (ngaben), melainkan hanya diletakkan di atas tanah di bawah sebuah pohon raksasa bernama Taru Menyan (Pohon Harum).
Ajaibnya, jenazah-jenazah yang dibiarkan membusuk di udara terbuka ini tidak mengeluarkan bau bangkai sama sekali.
Masyarakat setempat percaya bahwa aroma wangi dari pohon Taru Menyan inilah yang mampu menetralisir bau busuk.
Ini adalah sisi lain Bali yang autentik, mistis, dan sangat kontras dengan citra wisatanya yang modern.
Jadi, lain kali kamu merencanakan perjalanan ke destinasi-destinasi di atas, ingatlah bahwa kamu tidak hanya mengunjungi sebuah tempat, tetapi juga sebuah cerita.
Punya fakta tersembunyi atau kisah mistis lain dari tempat wisata favoritmu?
Destinasi mana dari daftar di atas yang paling membuatmu penasaran untuk dikunjungi? Yuk, bagikan pendapat dan ceritamu di kolom komentar di bawah!
Berita Terkait
Terpopuler
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Menanti Kabar, Ini Sosok Dua Istri Pilot Andy Dahananto Korban Kecelakaan ATR 42-500
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Program Bupati Rudy Susmanto Sentuh Masjid Kecamatan, Jaro Ade Titipkan Bantuan Rp100 Juta
-
Ustaz Abdul Somad Hadiri Isra Miraj di Kabupaten Bogor 24 Januari, Pemkab Siapkan Jamuan Ini
-
Perkuat Pemberdayaan Desa, BRI Kembali Raih Penghargaan di Puncak Hari Desa Nasional 2026
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 80 Kurikulum Merdeka
-
Bogor Memanas! Ratusan Sopir Angkot Geruduk Balai Kota, Tuntut Kejelasan Nasib 'Si Hijau'