- Wali murid SMK IDN Bogor mendatangi Gedung Sate Bandung pada Selasa (10/3/2026) mempertanyakan pembatalan izin operasional sekolah.
- Pencabutan izin oleh Gubernur Jawa Barat menimbulkan kekhawatiran besar terutama bagi siswa kelas XII menjelang ujian kelulusan.
- Wali murid menuntut Pemprov Jabar memberikan diskresi agar siswa kelas XII dapat menyelesaikan studi dan memperoleh ijazah resmi.
SuaraJabar.id - Gedung Sate Bandung, pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, menjadi saksi bisu kegelisahan sejumlah wali murid SMK Islamic Development Network (IDN) Boarding School Bogor.
Pada Selasa (10/3/2026), mereka mendatangi Bale Pananggeuhan Gedung Sate guna mempertanyakan nasib pendidikan anak-anak mereka pasca-pencabutan izin operasional sekolah oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Kedatangan para wali murid di posko bantuan hukum Jawa Barat tersebut merupakan reaksi mendesak menyusul terbitnya Surat Keputusan (SK) Gubernur Jabar yang secara mengejutkan membatalkan izin operasional sekolah di tengah tahun ajaran.
Situasi ini semakin krusial mengingat siswa kelas XII tengah bersiap menghadapi ujian kelulusan, menempatkan masa depan pendidikan mereka di ujung tanduk.
Perwakilan wali murid kelas XII, Sri Malahayati, mengungkapkan keterkejutan dan kekhawatiran mendalam yang dirasakan orang tua.
"Kami sangat kaget sekali dengan SK Gubernur yang turun tentang pembatalan izin operasional sekolah di tengah tahun ajaran. Saat ini sudah Maret, dan dalam waktu dekat para siswa bakal mengikuti ujian," kata Sri Malahayati, dilansir dari Antara.
Sri mengungkapkan kecemasannya lantaran kebijakan tersebut keluar hanya tiga bulan sebelum siswa tingkat akhir menyelesaikan masa studi mereka.
Ia menilai kehadiran negara sangat dibutuhkan untuk menjamin hak pendidikan ratusan siswa yang kini tidak jelas kepastiannya.
"Kami khawatir karena negara tidak hadir untuk bisa memahami apa yang menjadi kebutuhan dan hak anak kami untuk melanjutkan pendidikan. Apalagi yang kelas XII, mereka sudah di ujung, tinggal tiga bulan lagi harusnya mereka mendapatkan ijazah," ujarnya.
Baca Juga: Mau ke Bogor atau Bekasi? Cek Jadwal Pembukaan Tol Japek II Selatan Mulai 15 Maret
Senada dengan Sri, wali murid lainnya Nurdyanti mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan diskresi agar para siswa, minimal kelas XII tetap bisa menyelesaikan pendidikan hingga mendapatkan ijazah resmi dari lembaga tersebut.
"Prioritas saat ini adalah nasib siswa. Berikan kesempatan bagi anak-anak kelas XII untuk menyelesaikan pendidikan sampai akhir tahun ajaran dan mendapatkan ijazah resmi," kata Nurdyanti.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, polemik SMK IDN Bogor ini bermula pada November 2025 akibat perselisihan terkait status drop out (DO) seorang siswa karena diduga melakukan pelanggaran disiplin.
Wali murid tidak terima lalu melayangkan somasi dan gugatan perdata, pihak sekolah juga melawan dengan laporan pidana. Dan kini berkembang terkait legalitas sekolah tersebut, hingga muncul informasi SK Gubernur yang mencabut izin sekolah itu.
Hingga berita ini diturunkan, pihak wali murid masih berharap adanya solusi konkret dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar proses belajar mengajar tetap berjalan lancar tanpa merugikan masa depan para siswa.
Berita Terkait
-
Mau ke Bogor atau Bekasi? Cek Jadwal Pembukaan Tol Japek II Selatan Mulai 15 Maret
-
Mau Bukber Unik? Ini 5 Spot Kuliner Karawang yang Wajib Dikunjungi Bareng Keluarga
-
Kronologi Lengkap Longsor Sampah TPST Bantargebang: Timbun 5 Truk, 1 Warung dan Renggut 4 Nyawa
-
Pilunya Longsor Sampah Bantargebang, Dua Pemilik Warung Ikut Jadi Korban Tewas
-
H-3 Lebaran Sopir Angkot dan Kusir Delman di Jabar Dapat Kompensasi Rp200 Ribu per Hari
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Undang Wapres Hingga Dedi Mulyadi, Festival Merah Putih Kota Bogor Siap Digelar 9 Agustus
-
Mencekam! Buaya Situ Habibi Sukabumi Terekam Menerkam Anak Sapi di Depan Wisatawan
-
Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah
-
70 Rumah Adat Ludes Dilalap Api, 420 Warga Cipta Mulya Sukabumi Mengungsi
-
Mantri BRI Menembus Pelosok Pegunungan Toraja Utara