SuaraJabar.id - Insiden pencopetan massal yang mencoreng kemeriahan Kirab Merah Putih di Lapangan Tegar Beriman, Bogor, pada Kamis (14/8), menyisakan sebuah kejanggalan besar.
Di balik modus licin komplotan yang menyamar dengan seragam Pramuka, muncul narasi yang saling bertentangan antara pihak panitia penyelenggara dengan saksi mata kunci yang turut menangkap pelaku.
Perbedaan data yang mencolok terkait jumlah korban dan barang bukti ini membuka pertanyaan serius informasi mana yang akurat? Apakah ada upaya untuk meredam skala insiden yang sebenarnya terjadi di pesta rakyat tersebut?
Menurut keterangan dari pihak panitia acara, Melly, insiden pencopetan ini skalanya tidak sebesar yang dibayangkan.
Ia secara spesifik menyebutkan bahwa korban yang terdata hanya dua orang, dan pelakunya pun hanya dua orang.
"Jadi, tadi yang kehilangan ada 2. Yang satu udah ketemu, yang satu lagi ketemu di sana hp nya," jelas Melly.
Ia juga mengakui adanya kelemahan dalam persiapan keamanan, menyebut bahwa modus penyamaran pelaku sebagai guru berseragam Pramuka membuat mereka sulit terdeteksi.
Namun, narasinya mengesankan bahwa insiden tersebut kecil dan sudah tertangani dengan baik.
"Iya dua-duanya pakai baju pramuka, dia mengaku sbg guru sekolah sehingga sulit terdeteksi. Sudah di polres," tutupnya, memberikan kesan bahwa kasus tersebut sudah selesai.
Baca Juga: Awas Macet! Info Lengkap Rute Kirab Merah Putih di Bogor 14 Agustus dan Jalur Alternatifnya
Narasi yang sangat berbeda datang dari Ade Maulana, seorang Satpam DPRD Kabupaten Bogor yang berada di garis depan saat kejadian.
Kesaksiannya melukiskan gambaran yang jauh lebih kacau dan berskala lebih besar.
Ade mengaku melihat kepanikan massal, terutama dari para pelajar yang menjadi korban.
"Tadi kita lagi lewat ada anak sekolah nangis, cewe. Saya tanya kenapa? Langsung dijawab hapenya ilang. Terus gak lama, dateng segerombolan lagi, laporan hapenya ilang. Laporan lagi ilang lagi, kurang lebih ada sekitar 5," ungkap Ade.
Kesaksian ini menunjukkan bahwa setidaknya ada lima laporan kehilangan yang ia saksikan secara langsung, sebuah angka yang sudah melampaui klaim panitia.
Puncak dari kontradiksi ini adalah saat Ade berhasil menangkap salah satu pelaku berbekal foto dari siswa lain. Hasil penggeledahan di lokasi sungguh mengejutkan.
"Gak lama langsung diamanin ke pos, abis diintrogasi dapet lagi satu orang copet, jadi jumlah hape itu ada tiga yang dua hape android, satu iPhone yang ilang itu ada 8," tegas Ade.
Tag
Berita Terkait
-
Awas Macet! Info Lengkap Rute Kirab Merah Putih di Bogor 14 Agustus dan Jalur Alternatifnya
-
Waspada! Pakar IPB Ungkap 3 Musuh Tersembunyi di Makananmu, dari Bakteri hingga Pecahan Beling
-
Jalan Baru Penghubung Kota dan Kabupaten Bogor Segera Dibangun, Telan Anggaran Rp3 Miliar
-
5 Fakta Pilu di Balik Penemuan Mayat Bayi yang Dibungkus Plastik di Bogor
-
Pura-pura Minta Tolong Angkat Speaker, Maling Taksi Online di Bogor Diciduk di Atas Loteng
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Sengketa Batas Tanah di Tasikmalaya Berujung Maut, Satu Orang Tewas
-
BRI KKB National Expo 2026 Raih Rekor MURI, Hadirkan One Stop Solution Kredit Kendaraan Bermotor
-
Pulang Belanja Sayur Subuh Hari, Nenek 62 Tahun di Bogor Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Pembatas
-
Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor
-
Tolic Wanti-wanti Rival: Ketika Semua Menyatu, Persib Bakal Jadi Tim Luar Biasa