-
Bupati Garut Abdusy Syakur sedang menelusuri penyebab keracunan massal MBG dengan cek sampel makanan.
-
Dugaan sementara, gejala keracunan pada 282 korban di Kadungora terkait konsumsi susu menu MBG.
-
Pemkab Garut tetapkan KLB keracunan, menghentikan dapur MBG sementara, dan merawat 89 korban.
SuaraJabar.id - Kabupaten Garut, Jawa Barat kembali digegerkan dengan insiden keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Kecamatan Kadungora.
Dugaan kuat mengarah pada menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan pada Selasa (30/9/2025).
Menyikapi situasi darurat ini, Pemerintah Kabupaten Garut, melalui Bupati Abdusy Syakur Amin, telah menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB).
Hal itu untuk memastikan penanganan yang lebih intensif dan cepat. Dapur MBG yang terkait dengan insiden ini pun langsung dihentikan sementara operasionalnya.
Peristiwa ini menjadi alarm serius terhadap standar keamanan pangan dalam program-program pemerintah yang menyasar anak-anak sekolah, memicu kekhawatiran di kalangan orang tua dan masyarakat luas.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyatakan bahwa pemerintah daerah saat ini masih menelusuri penyebab pasti keracunan dengan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap makanan yang disajikan dalam program MBG.
"Sudah sedang kita cek sampel (makanan), itu kan seminggu (hasilnya)," kata Bupati dilansir dari Antara.
Selain uji laboratorium terhadap makanan, tim kesehatan juga melakukan pemeriksaan terhadap korban dengan meminta keterangan terkait menu yang mereka konsumsi. Dari penelusuran awal, muncul dugaan kuat yang mengarah pada salah satu komponen makanan.
"Dari yang kita tanya di lapangan ada anak yang makan tapi susunya tidak diminum, ternyata enggak apa-apa, ada yang enggak makan terus susunya diminum ada masalah, jadi ini dugaan, nanti validnya melalui tes lab," katanya.
Baca Juga: Terungkap! Alasan Mantan Menteri Jadi Ketum PPP: Amir Uskara Disebut-sebut
Pemerintah daerah telah bergerak cepat melakukan penanganan medis terhadap ratusan korban. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, melaporkan bahwa jumlah korban keracunan terus bertambah, kini mencapai 282 orang.
Dari jumlah tersebut, 193 orang telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.
Namun, 81 orang masih dirawat di Puskesmas Kadungora, dua orang di Puskesmas Leles, dan enam orang harus dirujuk ke RSUD dr. Slamet Garut untuk penanganan lebih lanjut.
"Jumlahnya 282 korban, mayoritas sudah pulang dan menjalani rawat jalan di rumah," kata Leli.
Mengingat skala insiden dan dampaknya, Pemkab Garut telah menetapkan keracunan massal ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Status KLB memungkinkan pengerahan sumber daya yang lebih besar dan koordinasi lintas sektor yang lebih intensif untuk penanganan.
"Kita minta yang kejadian ini dihentikan dulu," tegas Bupati.
Berita Terkait
-
Terungkap! Alasan Mantan Menteri Jadi Ketum PPP: Amir Uskara Disebut-sebut
-
Aksi Boyong Pejabat Dedi Mulyadi dari Purwakarta ke Jabar Disorot, Sah atau Langgar Etika?
-
Polemik PPP di Titik Krusial: Mahkamah Partai Jadi Penentu Siapa Ketua Umum Sah
-
PPP Jabar Ungkap Drama Muktamar X, Dukungan Penuh untuk Agus Suparmanto
-
Hore! Retribusi Berlapis Pintu Masuk Cibodas Resmi Dihapus, Wisatawan Kini Cuma Bayar Sekali
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
Terkini
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadir di Summarecon Bogor, Tawarkan Promo KPR dan KKB Menarik
-
Kebakaran Kawah Wadon Gunung Gede Capai 5,8 Hektare, Pemadaman Masih Berlangsung
-
Inklusi Keuangan Makin Kuat, BRImo Raih 49,7 Juta Pengguna