-
Warga menemukan mayat laki-laki tak dikenal berinisial AU (57) di pinggir Tol Jagorawi KM 30, Citeureup, Bogor. Polsek Citeureup sedang mendalami kasusnya.
-
Penemuan mayat tersebut mencurigakan karena ada dugaan tanda kekerasan, termasuk adanya lakban cokelat terikat pada tangan korban.
-
Polisi masih menunggu hasil autopsi RS Polri untuk memastikan penyebab kematian AU dan apakah kasus ini merupakan pembunuhan atau faktor lain.
SuaraJabar.id - Warga di kawasan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki yang tergeletak di pinggir Tol Jagorawi KM 30, pada Senin malam (10/11/2025).
Penemuan ini segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian Polsek Citeureup, yang kini tengah mendalami kasus tersebut.
Kapolsek Citeureup, Kompol Eddy Santosa, membenarkan penemuan jenazah tersebut setelah pihaknya menerima laporan dari warga.
"Tadi anggota kita langsung cek TKP, benar ada yang meninggal di sekitar pinggir Jalan Tol Jagorawi Kilometer 30," kata Kompol Eddy Santosa kepada wartawan.
Identitas korban telah berhasil diketahui. "Identitas sudah diketahui, AU warga Kota Depok," kata Kompol Eddy Santosa pada Selasa (11/11/2025).
Korban laki-laki itu diperkirakan berumur 57 tahun. Jasad korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi dan mencari tahu penyebab pasti tewasnya.
Yang membuat kasus ini semakin mencurigakan, informasi awal dari lokasi kejadian menunjukkan adanya kemungkinan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Dalam sebuah video yang diterima awak media, mayat pria tersebut tampak seperti ada ikatan lakban berwarna coklat pada tangannya.
Mengenai adanya luka atau tanda kekerasan lainnya, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan autopsi dari Rumah Sakit Polri Kramatjati. "Nanti menunggu hasil pemeriksaan dari rumah sakit," sambung Kompol Eddy.
Baca Juga: Mayat di Pinggir Tol Jagorawi: Tangan Terikat Lakban Coklat, Benarkah Korban Pembunuhan?
Kompol Eddy Santosa menjelaskan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan apakah korban merupakan korban pembunuhan yang disengaja dilakukan, atau ada motif lainnya.
"Kemarin saya enggak sempat itu soalnya nanti dari hasil rumah sakit yang sudah dilakukan pemeriksaan nanti baru memastikan. Kalau sudah nanti dikabarin ke kitanya," jelasnya.
Pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah kasus ini merupakan indikasi tindak pidana seperti pembunuhan, atau ada penyebab lain seperti korban merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), atau faktor lainnya. Kepastiannya akan sangat bergantung pada hasil investigasi medis dan pengembangan kasus lebih lanjut.
"Nanti kita lihat dulu, apakah ada indikasi ke sana (pembunuhan) atau memang ODGJ, atau hal lainnya. Kita tunggu hasil pemeriksaan," pungkas Kompol Eddy.
Kontributor : Egi Abdul Mugni
Berita Terkait
-
Mayat di Pinggir Tol Jagorawi: Tangan Terikat Lakban Coklat, Benarkah Korban Pembunuhan?
-
Jantung Pahlawan Hutan Berhenti Berdetak: Anggota Gakkum Kemenhut Wafat Saat Jalankan Tugas
-
Ada Apa di Balik Hutan Gunung Salak? TNI AD Ungkap Rahasia Ratusan Tenda Emas Ilegal
-
Joget Penuh Kemewahan! Viral Video Pesta Diduga Anggota PAN Ini Bikin Publik Geram
-
Gaji Tambang Cuma Rp80 Ribu Sehari? Dedi Mulyadi Beri Kompensasi 9 Juta
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Tiga Tahun Disekap Kekasih di Bandung, Pesan Kabar Baik ke Keluarga Ternyata Akal-akalan Pelaku
-
Misteri Pesan WA Anonim Ungkap Penyekapan Tragis 3 Tahun di Bandung
-
Hubungi Keluarga Korban via Telepon, Hotman Paris: Jangan Takut, Laporkan Jika Ada Korban Lain
-
Hotman Paris Beri Pendampingan Hukum Gratis untuk Korban Penganiayaan di Bandung
-
Pemeriksaan Perdana Kasus Korupsi Tunjangan DPRD, Wabup Indramayu Syaefudin Diperiksa Kejati Jabar