-
Polresta Bandung memediasi perselisihan pengemudi ojek online (ojol) dan ojek pangkalan (opang) yang dipicu video viral pembatasan akses.
-
Setelah dimediasi di Polsek Rancaekek, kedua pihak, ojol dan opang, sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan demi menjaga situasi tetap aman.
-
Polisi mengapresiasi komitmen damai dan melakukan sosialisasi melalui Bhabinkamtibmas agar tidak terjadi lagi dugaan pembatasan atau pungli serupa.
SuaraJabar.id - Jagat media sosial di Bandung Raya baru-baru ini sempat dibuat panas oleh beredarnya sebuah video yang memperlihatkan ketegangan antara pengemudi ojek online (ojol) dan ojek pangkalan (opang).
Insiden yang terjadi di kawasan Kampung Cipasir, Rancaekek, Kabupaten Bandung ini memicu perdebatan sengit warganet terkait isu klasik zona merah atau larangan melintas bagi ojol, hingga dugaan adanya pungutan liar (pungli) yang meresahkan.
Bagi generasi milenial dan Gen Z yang sangat bergantung pada mobilitas digital, pembatasan akses ojol tentu menjadi isu sensitif.
Kebutuhan akan transportasi yang cepat, transparan, dan aman seringkali berbenturan dengan aturan tidak tertulis di wilayah-wilayah tertentu.
Namun, kabar baik datang dari pihak kepolisian yang bergerak cepat meredam potensi konflik horizontal tersebut.
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandung melalui Polsek Rancaekek langsung turun tangan memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak.
Langkah taktis ini diambil untuk memastikan keamanan dan kondusifitas wilayah tetap terjaga, mengingat gesekan antar kelompok pengemudi bisa berdampak luas.
Kapolsek Rancaekek, Komisaris Polisi Deny Sunjaya, mengonfirmasi bahwa perselisihan tersebut telah menemukan titik temu. Pada Rabu (26/11/2025), mediasi yang digelar di Kantor Polsek Rancaekek berjalan lancar dan menghasilkan kesepakatan damai.
Tidak ada lagi ketegangan seperti yang terlihat dalam video viral sebelumnya.
Baca Juga: Akhir Tahun Anti-Wacana: 3 Spot Wisata di Jabar Paling Skena dan Estetik Buat Healing Gen Z
"Terkait berita ini kita sudah langsung melakukan mediasi dengan menghadirkan kedua belah pihak, dan sudah selesai dengan saling memaafkan," katanya di Kantor Polsek Rancaekek.
Pernyataan ini menjadi angin segar bagi para pengguna jasa transportasi di kawasan Rancaekek. Kesepakatan damai ini diharapkan bukan hanya sekadar seremonial di atas kertas, melainkan komitmen nyata untuk menjaga kerukunan di jalanan.
Polisi juga memberikan apresiasi kepada kedua kelompok yang mau menurunkan ego demi kepentingan bersama.
"Kami mengapresiasi komitmen kedua pihak yang mengutamakan dialog dan menjaga situasi tetap aman," pungkasnya. [Antara].
Berita Terkait
-
Akhir Tahun Anti-Wacana: 3 Spot Wisata di Jabar Paling Skena dan Estetik Buat Healing Gen Z
-
Viral Pria Ngaku Anak Propam dan Pakai Mobil Barang Bukti, Pria Ini Kena Skakmat Polisi
-
Fakta Mengejutkan! Saksi Kunci Pembunuhan Bocah Alvaro Ternyata Kawan Karib Ayah Tiri Pelaku
-
Iwan Suryawan: Konsumsi Warga Topang 55 Persen Kekuatan Ekonomi Jabar
-
Teror Pembacokan Misterius Gegerkan Cianjur Selatan
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Ibu Tiri Usia 19 Tahun di Bekasi Siksa Anak Sambungnya Hingga Tewas
-
Pemprov Jabar Resmi Kawinkan 13 SMK Maung dengan Puluhan Industri
-
Ogah Buru-buru Aktifkan SPP SMA/SMK, Dedi Mulyadi Pilih Benahi Pengelolaan Dana BOS
-
Dari Negeri Rantau ke Pesisir Indramayu, Rosyidah Bangun Usaha Olahan Laut Bersama BRI
-
Usai Habisi Yani di Kebun Jati Sagaranten, Pelaku Delon Jampank Sempat Unggah Video Penemuan Mayat