-
Pusat riset baru (I-CAN) IPB University diluncurkan sebagai jawaban ilmiah atas bencana hidrometeorologi, fokus pada solusi berbasis alam (Nature-based Solutions).
-
I-CAN bertujuan memitigasi risiko bencana melalui riset terapan dan kolaborasi erat dengan pemerintah pusat untuk perbaikan hutan kritis.
-
Pelestarian alam hadapi tantangan mata pencaharian lokal dan ego sektoral, didukung penuh Pemerintah Kanada sebagai terobosan riset.
SuaraJabar.id - Bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatera hingga Aceh belakangan ini menyisakan duka mendalam bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Tidak hanya bagi korban di lokasi, kecemasan juga dirasakan hingga ke lingkungan kampus IPB University, Bogor.
Banyak mahasiswa perantauan yang kini putus kontak dengan keluarga mereka di kampung halaman akibat infrastruktur komunikasi yang lumpuh.
Momentum memprihatinkan ini menjadi latar belakang emosional sekaligus pemicu semangat dalam peluncuran IPB Centre for Applied Research in Nature-based Solutions (I-CAN), di ICC Botani Square, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/12/2025).
Peluncuran I-CAN ini merupakan pusat riset sebagai jawaban ilmiah dan inovatif untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.
Dekan Sekolah Pascasarjana IPB University sekaligus Dewan Pengarah I-CAN, Prof. Dodik Ridho Nurrochmat, mengungkapkan keprihatinannya.
"Semoga bencana di Sumatera sampai Aceh segera bisa tertangani. Karena banyak juga mahasiswa kita, yang sampai dengan saat ini belum bisa berkomunikasi dengan keluarganya," ujar Prof. Dodik.
Prof. Dodik menegaskan bahwa I-CAN hadir sebagai pusat riset terapan. Fokus utamanya adalah Nature-based Solution atau solusi yang memanfaatkan kekuatan alam itu sendiri untuk memitigasi risiko.
"Mudah-mudahan kedepan ada pembelajaran untuk bersama-sama dari bencana alam di Sumatera-Aceh ini," tambahnya.
Baca Juga: Pakar IPB Bongkar Penyebab Cuaca Horor Hantam Sumatera
I-CAN dirancang kata dia untuk melakukan penelitian dengan konsep terbarukan yang menyesuaikan kondisi alam terkini. Langkah konkretnya, lembaga ini akan langsung berkolaborasi dengan pemerintah pusat.
"Kita kedepan akan berkordinasi soal bencana ini. Karena I-CAN juga memiliki peran penting. Alhamdulillah bisa dielaborasi dengan kementerian kehutanan saat ini, dengan program aplikasi yang terkoneksi," jelas Prof. Dodik.
Tujuannya jelas, perbaikan kondisi hutan yang kritis agar Indonesia bisa segera beralih menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan.
Peluncuran ini juga dihadiri oleh Project Director FINCAPES dari University of Waterloo, Bill Duggan.
Dalam pandangannya, tantangan terbesar pelestarian alam di Indonesia bukan hanya soal teknis, tapi juga masalah perut dan koordinasi.
Bill menyoroti realitas di lapangan di mana masyarakat seringkali terpaksa merambah hutan demi menyambung hidup.
Berita Terkait
-
Pakar IPB Bongkar Penyebab Cuaca Horor Hantam Sumatera
-
SEG Beri Tiket Emas Kuliah Lancar untuk 19 Mahasiswa IPB Asal Jabar
-
Cianjur 'Terjebak' Status Siaga Bencana 7 Bulan Hingga April 2026
-
Ancaman Nyata dari Utara ke Selatan: Tanda Alam Muncul, Warga Cianjur Diminta Segera Lakukan Ini
-
Program Living Water Bawa Inovasi Tiongkok ke Bandung, Sekolah BPPK Jadi Pionir Lingkungan
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Optimistis Bisnis Terus Tumbuh, BRI Siapkan Buyback Saham Senilai Rp1 Triliun
-
KPK Periksa 6 Saksi Terkait Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN
-
Ketika Penyandang Disabilitas Tak Berjuang Sendiri, Akses Layanan dan Kesempatan Berkarya Dibuka
-
5 Fakta Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu Rp18,79 Miliar
-
Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu, Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu