-
Cianjur siaga bencana hidrometeorologi selama 7 bulan (hingga April 2026) karena cuaca ekstrem.
-
Status siaga bencana diterapkan di seluruh Cianjur, rawan banjir, longsor, dan angin kencang.
-
BPBD menyiagakan 354 relawan di desa-desa Cianjur untuk penanganan cepat bencana alam.
SuaraJabar.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, secara resmi menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi selama tujuh bulan ke depan.
Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap berbagai faktor, termasuk perubahan cuaca ekstrem yang sering melanda sebagian besar wilayah setempat, serta mengantisipasi potensi bencana alam yang dapat terjadi selama periode transisi dan musim hujan.
Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat, di Cianjur pada Minggu (6/10/2025), menjelaskan bahwa penetapan status siaga kebencanaan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Gubernur Jawa Barat dan Keputusan Bupati Cianjur, yang akan berlaku hingga April 2026.
Asep Sudrajat menggarisbawahi bahwa penerapan status siaga ini berlaku untuk seluruh wilayah Cianjur, dari utara hingga selatan.
"Penerapannya berlaku mulai dari utara hingga selatan Cianjur karena memasuki pergantian musim dari kemarau ke hujan rawan terjadi bencana alam, seperti angin kencang, banjir, tanah longsor, pergerakan tanah hingga gelombang tinggi," katanya.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat di seluruh Cianjur untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang dapat memicu terjadinya bencana alam, terutama saat hujan turun deras dengan intensitas lebih dari dua jam.
Untuk menghadapi potensi bencana, BPBD menyiagakan seluruh relawan di masing-masing desa di Kabupaten Cianjur. Para relawan ini bertugas memantau situasi, membuat laporan, dan melakukan tindakan cepat ketika terjadi bencana alam, termasuk melakukan evakuasi warga.
"Selama tujuh bulan ke depan, 354 relawan di seluruh Cianjur disiagakan, termasuk guna melakukan penanganan cepat ketika terjadi bencana alam, terlebih selama satu pekan terakhir bencana alam terjadi saat hujan turun deras termasuk puting beliung," tegas Asep Sudrajat.
Pemerintah Kabupaten Cianjur menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, tanah bergerak, dan puting beliung, berdasarkan kondisi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah kecamatan dalam beberapa hari terakhir.
Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi curah hujan tinggi hingga beberapa bulan ke depan juga menjadi dasar penting dalam penetapan status ini.
Baca Juga: Misteri Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Citarum, Ditemukan Tanpa Luka
Bahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri sudah mengeluarkan status siaga bencana hidrometeorologi di seluruh kabupaten/kota di Jabar, sehingga diikuti dengan penetapan status yang sama di Cianjur.
BPBD Cianjur mencatat, selama beberapa hari terakhir, cuaca ekstrem yang melanda sejumlah kecamatan di Cianjur telah menyebabkan longsor di Kecamatan Cibinong dan angin puting beliung di empat kecamatan, yaitu Cilaku, Cibeber, Warungkondang, dan Sukanagara.
Data kejadian ini semakin memperkuat urgensi status siaga yang telah ditetapkan, mendorong seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan demi mengurangi risiko dan dampak bencana. [Antara].
Berita Terkait
-
Misteri Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Citarum, Ditemukan Tanpa Luka
-
Ramalan BMKG Bikin Merinding: Curah Hujan Tinggi Ancam Cianjur
-
Jalur Utama Cianjur Selatan Terputus Total! Longsor Dahsyat di Cibinong Lumpuhkan Akses Warga
-
Ancaman Nyata dari Utara ke Selatan: Tanda Alam Muncul, Warga Cianjur Diminta Segera Lakukan Ini
-
31 Kepala Sekolah di Cianjur Dicopot, Wakil Rakyat Turun Tangan Usut Polemik Masa Jabatan
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Berkas Perkara Rampung, Polda Jabar Segera Serahkan Taufik Hidayat ke Kejaksaan
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Jaga Marwah Kota Santri, DPRD Cianjur Desak Aturan Tegas Sanksi ASN Terafiliasi LGBT
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam