Aktivitas tambang emas ilegal di Cigudeg kembali memakan korban jiwa. Seorang warga dilaporkan tewas tertimbun di Lubang Sarwee saat melakukan penggalian pada Selasa dini hari tanpa standar keselamatan.
Eksploitasi emas di Bogor Barat terus mengancam nyawa pekerja. Meskipun ilegal dan berbahaya, warga tetap nekat bertaruh nyawa di kedalaman lubang demi keuntungan ekonomi sesaat yang sangat berisiko.
Hingga kini, otoritas setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden maut tersebut. Kapolsek, Camat, maupun Kepala Desa masih belum merespons upaya konfirmasi mengenai kebenaran jatuhnya korban di lokasi.
SuaraJabar.id - Gemilau emas di perut bumi Bogor Barat kembali diduga meminta tumbal nyawa. Belum kering ingatan publik tentang maraknya aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang viral beberapa waktu lalu, kini kabar duka kembali menyeruak dari kawasan Gunung Guruh, Kampung Cirangsad, Desa Banyuwangi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.
Pada Selasa dini hari, 23 Desember 2025, di saat mayoritas warga masih terlelap, insiden dugaan maut dilaporkan terjadi di salah satu lubang galian.
Informasi yang beredar di kalangan warga setempat menyebutkan bahwa aktivitas ilegal yang nekat beroperasi di tengah malam itu diduga kuat telah memakan korban jiwa akibat tertimbun material tanah.
Berdasarkan informasi yang didapat Suara.com, lokasi kejadian mengerucut pada sebuah lubang galian yang dikenal dengan nama Lobang Sarwee.
Nama ini sebelumnya sempat mencuat dalam investigasi terkait dugaan adanya aktor intelektual di balik maraknya tambang ilegal di kawasan tersebut.
Salah seorang warga Cigudeg yang enggan disebutkan namanya demi keamanan, memberikan kesaksian yang menggetarkan hati.
Ia mengonfirmasi adanya insiden kecelakaan kerja di lokasi tambang liar tersebut yang menimpa seorang pekerja.
"Satu orang dikabarkan meninggal di lobang Sarwee, warga Cipangaur," kata sumber tersebut kepada tim redaksi.
Kabar ini sontak menyebar cepat melalui pesan berantai di kalangan masyarakat sekitar, menambah daftar panjang kelamnya sejarah pertambangan rakyat yang tidak memenuhi standar keselamatan kerja (K3) di Bogor Barat.
Baca Juga: Viral 'Kampung Terpal Biru' di Gunung Guruh Bogor, Publik Colek Dedi Mulyadi hingga Rudy Susmanto
Kematian di lubang tambang bukan sekadar angka statistik, melainkan tragedi kemanusiaan yang berulang.
Keuntungan ekonomi sesaat yang ditawarkan oleh butiran emas seringkali harus dibayar mahal dengan nyawa para pekerjanya yang bertaruh hidup di kedalaman puluhan meter tanpa jaminan keamanan.
Di tengah simpang siur informasi dan kepanikan warga, respons dari otoritas setempat menjadi hal yang paling dinantikan untuk meluruskan fakta.
Tim redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi secara intensif kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab di wilayah tersebut.
Upaya menghubungi Kapolsek Cigudeg, Camat Cigudeg, hingga Kepala Desa Banyuwangi telah dilakukan berulang kali, baik melalui sambungan telepon maupun pesan singkat, guna memvalidasi kabar meninggalnya satu warga tersebut.
Namun, hingga berita ini diterbitkan pada Selasa malam, para pejabat pemerintah dan kepolisian tersebut belum memberikan jawaban atau pernyataan resmi.
Tag
Berita Terkait
-
Viral 'Kampung Terpal Biru' di Gunung Guruh Bogor, Publik Colek Dedi Mulyadi hingga Rudy Susmanto
-
BP Taskin dan IPB Kebut Integrasi Data Desa Presisi Demi Hapus Kemiskinan Ekstrem
-
Dulu Meresahkan, Kini Joki Puncak Bogor Direkrut Polisi Jadi Pasukan Khusus Libur Nataru
-
Dedi Mulyadi Setop Izin Perumahan, Rudy Susmanto: Tak Bisa Serta-merta Dilakukan
-
DPRD Bogor Dukung Program Warga Dibayar untuk Jadi 'Penjaga Hutan'
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Jaro Ade Ingatkan Dampak Serius Hentikan Tambang: Harga Material Bisa Melonjak 50 Persen
-
6 Fitur Galaxy AI di Samsung Galaxy S26 Series yang Paling Berguna untuk Aktivitas Harian
-
Terorganisir! Polisi Ungkap Peran 13 Perusuh May Day Bandung: Ada Perencana Hingga Peracik Molotov
-
Dedi Mulyadi Targetkan Jalur Puncak II Bisa Digunakan Masyarakat Tahun 2027
-
Kabar Buruk Persib Bandung, Layvin Kurzawa Cedera Hamstring Usai Duel Lawan Persija