-
Basarnas Jakarta telah berkoordinasi dengan PT Antam terkait kebakaran tambang di Pongkor. Meskipun penanganan dilakukan secara internal, tim SAR tetap bersiaga penuh untuk memberikan bantuan evakuasi jika sewaktu-waktu pihak perusahaan membutuhkan.
-
Munculnya asap tebal beracun di area tambang emas menjadi kendala utama dalam proses pemantauan. Meski demikian, koordinasi intensif antara Basarnas, kepolisian, dan BPBD terus dilakukan guna memastikan situasi tetap aman terkendali.
-
Manajemen PT Antam memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran tersebut. Kondisi di lokasi telah berhasil dikuasai sesuai prosedur keselamatan perusahaan, meskipun akses menuju sumber api berada jauh di dalam.
SuaraJabar.id - Di tengah hiruk pikuk Jakarta, sebuah ketegangan tak terlihat menggantung di udara. Bukan di jalanan ibu kota, melainkan jauh di kedalaman bumi tambang emas Pongkor, Kabupaten Bogor.
Sejak dini hari Selasa (13/1), kepulan asap tebal telah menjadi sinyal peringatan. Dan di markas Basarnas, Direktur Kesiapsiagaan, Noer Isrodin, memastikan bahwa "mata" mereka tak berkedip.
Dari meja kerjanya di Jakarta, Noer Isrodin mengonfirmasi bahwa Kantor SAR Jakarta telah menjalin koordinasi erat dengan pihak PT Aneka Tambang (Antam).
Ada asap tebal, ada gas beracun, sebuah kombinasi mematikan di lingkungan tambang. Namun, saat ini, penanganan masih berlangsung di bawah kendali penuh tim internal Antam.
"Kantor SAR Jakarta sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan. Tim mereka yang menangani kejadian ini, dan Basarnas siap membantu apabila diminta," kata Noer Isrodin, dilansir dari Antara.
Laporan pemantauan awal dari Kantor SAR Jakarta melukiskan gambaran yang serius indikasi kebakaran ditandai dengan munculnya asap tebal berkadar gas beracun di area tambang emas Pongkor.
Unit Siaga SAR telah melakukan koordinasi awal pada Selasa siang, pukul 13.00 WIB, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut telah berlangsung sejak dini hari yang gelap dan sunyi.
Pihak kepolisian dan manajemen PT Antam dikabarkan telah berada di lokasi, bahu-membahu menangani kejadian. Kantor SAR Jakarta juga tak lupa berkoordinasi dengan BPBD setempat, membentuk jaringan pemantauan yang berlapis, sebuah jaring pengaman yang tak terlihat namun vital.
Meskipun laporan-laporan awal cukup mengkhawatirkan, pihak PT Antam memberikan pernyataan yang menenangkan. Perusahaan memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan menyatakan kondisi di lokasi telah berhasil dikendalikan sesuai standar operasional prosedur (SOP) keselamatan perusahaan.
Baca Juga: Viral Screenshot Jokowi Minta Jangan Dipenjara Soal Ijazah Palsu, Ini Fakta Sebenarnya
Sebuah jaminan yang sangat dinantikan, terutama setelah narasi hoaks tentang ratusan korban jiwa sempat meresahkan publik.
Namun, pekerjaan tim pemantau Basarnas tidaklah mudah. Sejumlah kendala menghalangi upaya mereka untuk mendapatkan gambaran jelas.
"Asap tebal yang membatasi jarak pandang, tingginya kadar karbon dioksida, serta lokasi sumber api yang berada jauh di dalam area tambang," jelasnya.
Hingga saat ini, laporan resmi menegaskan bahwa tidak dilaporkan adanya karyawan yang menjadi korban akibat kejadian tersebut.
Berita Terkait
-
Viral Screenshot Jokowi Minta Jangan Dipenjara Soal Ijazah Palsu, Ini Fakta Sebenarnya
-
Kabar Gembira Warga Bogor Barat: Akhir dari Era 'Jalur Neraka' Dimulai dengan Anggaran Rp100 Miliar
-
Hasil Pertemuan Rudy Susmanto dan Pengusaha: Sepakat Hibahkan Lahan, Siap Lobi Dedi Mulyadi
-
Dorong Lapangan Kerja Baru, Pemkab Bogor Buka Ruang Kolaborasi Seluas-luasnya Bagi Swasta
-
Karawang Siap 'Glow Up' Tiru Cara Bogor Benahi Utilitas Udara yang Membahayakan
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Ibu Tiri Usia 19 Tahun di Bekasi Siksa Anak Sambungnya Hingga Tewas
-
Pemprov Jabar Resmi Kawinkan 13 SMK Maung dengan Puluhan Industri
-
Ogah Buru-buru Aktifkan SPP SMA/SMK, Dedi Mulyadi Pilih Benahi Pengelolaan Dana BOS
-
Dari Negeri Rantau ke Pesisir Indramayu, Rosyidah Bangun Usaha Olahan Laut Bersama BRI
-
Usai Habisi Yani di Kebun Jati Sagaranten, Pelaku Delon Jampank Sempat Unggah Video Penemuan Mayat