Andi Ahmad S
Kamis, 15 Januari 2026 | 19:59 WIB
Tangkapan Layar Lubang Tambang Emas Antam Bogor [Ist]
Baca 10 detik
  • Basarnas Jakarta telah berkoordinasi dengan PT Antam terkait kebakaran tambang di Pongkor. Meskipun penanganan dilakukan secara internal, tim SAR tetap bersiaga penuh untuk memberikan bantuan evakuasi jika sewaktu-waktu pihak perusahaan membutuhkan.

  • Munculnya asap tebal beracun di area tambang emas menjadi kendala utama dalam proses pemantauan. Meski demikian, koordinasi intensif antara Basarnas, kepolisian, dan BPBD terus dilakukan guna memastikan situasi tetap aman terkendali.

  • Manajemen PT Antam memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran tersebut. Kondisi di lokasi telah berhasil dikuasai sesuai prosedur keselamatan perusahaan, meskipun akses menuju sumber api berada jauh di dalam.

SuaraJabar.id - Di tengah hiruk pikuk Jakarta, sebuah ketegangan tak terlihat menggantung di udara. Bukan di jalanan ibu kota, melainkan jauh di kedalaman bumi tambang emas Pongkor, Kabupaten Bogor.

Sejak dini hari Selasa (13/1), kepulan asap tebal telah menjadi sinyal peringatan. Dan di markas Basarnas, Direktur Kesiapsiagaan, Noer Isrodin, memastikan bahwa "mata" mereka tak berkedip.

Dari meja kerjanya di Jakarta, Noer Isrodin mengonfirmasi bahwa Kantor SAR Jakarta telah menjalin koordinasi erat dengan pihak PT Aneka Tambang (Antam).

Ada asap tebal, ada gas beracun, sebuah kombinasi mematikan di lingkungan tambang. Namun, saat ini, penanganan masih berlangsung di bawah kendali penuh tim internal Antam.

"Kantor SAR Jakarta sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan. Tim mereka yang menangani kejadian ini, dan Basarnas siap membantu apabila diminta," kata Noer Isrodin, dilansir dari Antara.

Laporan pemantauan awal dari Kantor SAR Jakarta melukiskan gambaran yang serius indikasi kebakaran ditandai dengan munculnya asap tebal berkadar gas beracun di area tambang emas Pongkor.

Unit Siaga SAR telah melakukan koordinasi awal pada Selasa siang, pukul 13.00 WIB, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut telah berlangsung sejak dini hari yang gelap dan sunyi.

Pihak kepolisian dan manajemen PT Antam dikabarkan telah berada di lokasi, bahu-membahu menangani kejadian. Kantor SAR Jakarta juga tak lupa berkoordinasi dengan BPBD setempat, membentuk jaringan pemantauan yang berlapis, sebuah jaring pengaman yang tak terlihat namun vital.

Meskipun laporan-laporan awal cukup mengkhawatirkan, pihak PT Antam memberikan pernyataan yang menenangkan. Perusahaan memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan menyatakan kondisi di lokasi telah berhasil dikendalikan sesuai standar operasional prosedur (SOP) keselamatan perusahaan.

Baca Juga: Viral Screenshot Jokowi Minta Jangan Dipenjara Soal Ijazah Palsu, Ini Fakta Sebenarnya

Sebuah jaminan yang sangat dinantikan, terutama setelah narasi hoaks tentang ratusan korban jiwa sempat meresahkan publik.

Namun, pekerjaan tim pemantau Basarnas tidaklah mudah. Sejumlah kendala menghalangi upaya mereka untuk mendapatkan gambaran jelas.

"Asap tebal yang membatasi jarak pandang, tingginya kadar karbon dioksida, serta lokasi sumber api yang berada jauh di dalam area tambang," jelasnya.

Hingga saat ini, laporan resmi menegaskan bahwa tidak dilaporkan adanya karyawan yang menjadi korban akibat kejadian tersebut.

Load More