Andi Ahmad S
Rabu, 21 Januari 2026 | 00:01 WIB
Esther Aprilita, pramugari yang bertugas di pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang dilaporkan mengalami musibah di Pegunungan Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026) lalu. [Egi Abdul Mugni/SuaraBogor]
Baca 10 detik

Tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Maros meninggalkan kesedihan besar bagi keluarga pramugari Esther Aprilita di Bogor. Momen ini terasa sangat menyesakkan karena Esther baru saja berkumpul bersama keluarga besar untuk merayakan pergantian tahun kurang dari sebulan yang lalu.

Esther dikenal sebagai sosok wanita karier yang mandiri dan berdedikasi tinggi. Sebagai anak sulung dari tiga bersaudara yang belum berkeluarga, ia menjadi tumpuan harapan serta panutan bagi adik-adiknya dalam membahagiakan orang tua.

Meskipun tenda dan kursi plastik (simbol duka) sudah disiapkan di rumah, pihak keluarga masih menyimpan secercah harapan akan adanya mukjizat. Keluarga kini berada dalam situasi menunggu kabar pasti dari tim SAR sambil tetap berserah diri pada takdir Tuhan.

Kontributor : Egi Abdul Mugni

Load More