-
Tragedi Kemanusiaan di Lingkungan Akademik Seorang mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Djuanda (Unida) berinisial JHS ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri di kamar kosnya di Ciawi, Bogor.
-
Peristiwa ini terjadi secara mendadak setelah korban sebelumnya masih sempat mengikuti kegiatan perkuliahan dan praktikum.
-
Dugaan Kuat Jeratan Judi Online Narasi yang berkembang di masyarakat dan media sosial mengindikasikan bahwa korban mengalami depresi berat akibat kecanduan judi online.
-
SuaraJabar.id - Fenomena judi online (judol) kembali menelan korban jiwa dan menyisakan duka mendalam bagi dunia pendidikan. Seorang mahasiswa Universitas Djuanda (Unida) berinisial JHS, ditemukan tewas dengan cara gantung diri di kamar kosnya di wilayah Tipar, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, pada Senin (19/1/2026).
Pemuda asal Sumatera Utara yang tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Pertanian ini ditemukan dalam kondisi mengenaskan sekitar pukul 14.30 WIB.
Kabar ini sontak menggemparkan warga sekitar dan rekan-rekan kampusnya. Narasi yang beredar kuat di media sosial menyebutkan bahwa JHS nekat mengakhiri hidupnya karena depresi berat akibat terjerat lingkaran setan judi online.
Uang biaya kuliah yang seharusnya menjadi amanah dari orang tua, diduga habis digunakan untuk permainan haram tersebut.
Kapolsek Ciawi, AKP Dede Lesmana Jaya, menjelaskan bahwa pacar korban merasa curiga karena JHS mendadak sulit dihubungi, padahal sebelumnya komunikasi berjalan lancar.
“Jadi kronologisnya, temannya dihubungin pacarnya, katanya korban tidak bisa dihubungi. Kemudian ke kosannya, dilihat dari ventilasi, ada orang gantung,” kata AKP Dede saat dikonfirmasi, Senin (19/1/2026).
Melihat pemandangan mengerikan dari celah ventilasi, teman korban yang panik langsung mencari bantuan. Ia memanggil pemilik kos untuk membuka paksa pintu kamar yang terkunci dari dalam.
"Makanya dia langsung turun mencari pemilik kos, sama pemilik kosnya sama-sama didobrak, dan pas didobrak korban sudah dalam posisi tergantung begitu," jelas AKP Dede.
AKP Dede mengaku pihaknya masih melakukan pendalaman intensif untuk mengungkap alasan sebenarnya di balik keputusan nekat JHS.
Baca Juga: Tenda Putih Terpasang di Bogor, Keluarga Pramugari Esther Aprilita Pasrah Menanti Kabar dari Maros
"Makanya kalau untuk motifnya kita masih kita selidikin. Untuk motifnya judol masih kita cek nih di handphone nya sama ke temen-temennya gitu," jelas dia.
Ternyata, satu jam sebelum ditemukan tewas, JHS masih beraktivitas layaknya mahasiswa normal. Tidak ada tanda-tanda pamit atau surat wasiat yang ditinggalkan.
"Barang bukti surat gak ada karena sebelumnya orang dia masih komunikasi sama temennya pulang kuliah, temen-temennya juga kaget. Jam 1 masih komunikasi, masih pulang kuliah, masih sempat praktikum katanya, praktikum terus pulang, pacarnya mau hubungin gak bisa dihubungin, terus minta tolong temennya tolong panggilin dong, dipanggil gak menjawab," jelas AKP Dede.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda merasakan gejala depresi atau memiliki pemikiran untuk bunuh diri, segera hubungi psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat.
Berita Terkait
-
Tenda Putih Terpasang di Bogor, Keluarga Pramugari Esther Aprilita Pasrah Menanti Kabar dari Maros
-
Basarnas Pantau Ketat Kebakaran di Kedalaman Tambang Emas Pongkor
-
Viral Screenshot Jokowi Minta Jangan Dipenjara Soal Ijazah Palsu, Ini Fakta Sebenarnya
-
Kabar Gembira Warga Bogor Barat: Akhir dari Era 'Jalur Neraka' Dimulai dengan Anggaran Rp100 Miliar
-
Hasil Pertemuan Rudy Susmanto dan Pengusaha: Sepakat Hibahkan Lahan, Siap Lobi Dedi Mulyadi
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
BRI dan Holding UMi Dorong Jutaan Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas
-
Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan
-
Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions
-
Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI
-
Jaga Kondusivitas Laga Persib-Persija, Kapolda Jabar Perintahkan Siaga Satu