- Pemkab Pangandaran melalui Satpol PP akan mencegah pedagang musiman luar daerah masuk kawasan wisata.
- Penjagaan intensif dimulai di Putrapinggan, memutar balik kendaraan yang membawa perlengkapan dagang dadakan.
- Tindakan tegas ini bertujuan melindungi kepentingan ekonomi dan organisasi 400 pedagang lokal resmi Pantai Pangandaran.
SuaraJabar.id - Libur Lebaran selalu menjadi magnet bagi jutaan pasang mata untuk menyambangi deburan ombak di Pantai Pangandaran.
Namun, di balik keramaian wisatawan yang membawa berkah, terselip sebuah problematika menahun yang kerap memicu gesekan. Serbuan pedagang musiman dari luar daerah.
Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Pangandaran tak ingin kecolongan. Langkah tegas telah disiapkan. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bakal memasang "pagar betis" di pintu-pintu masuk objek wisata guna mencegat para pedagang dadakan yang mencoba mengadu nasib di tanah orang.
Titik krusial penjagaan dimulai sejak kawasan Putrapinggan. Di sana, petugas akan memelototi setiap kendaraan yang melintas.
Jika ada mobil yang kedapatan mengangkut gerobak atau perlengkapan dagang dari luar, petugas tak segan untuk memutar balik arah mereka.
“Kami akan tempatkan personel. Begitu ada mobil yang membawa gerobak, akan langsung kami hentikan dan periksa secara teliti,” tegas Kasatpol PP Kabupaten Pangandaran, Bangi.
Ketegasan ini bukan tanpa alasan. Langkah "proteksi" ini diambil demi menjaga napas ekonomi warga asli Pangandaran.
Selama ini, para pedagang lokal yang sudah menetap dan terorganisir kerap merasa terpinggirkan oleh kehadiran pedagang musiman yang datang secara tiba-tiba saat musim panen wisatawan.
Bangi menjelaskan, saat ini terdapat sedikitnya 14 kelompok pedagang resmi di objek wisata Pantai Pangandaran dengan total anggota mencapai lebih dari 400 orang. Mereka bukan sekadar pedagang, melainkan warga lokal yang sudah memiliki kartu anggota resmi.
Baca Juga: Tragedi Subuh di Nagreg: Kisah Pilu Pemudik Ciamis yang Tak Sampai Tujuan
“Yang paling tahu mana pedagang baru dan mana pedagang lama adalah pengurus pantai. Karena itu, kami bersinergi dengan mereka. Kami akan bertanya langsung kepada pengurus jika ada wajah-wajah baru yang mencurigakan,” tambah Bangi.
Operasi ini tidak dilakukan sendirian. Satpol PP menggandeng petugas Jaga Lembur, satuan pengamanan swakarsa berbasis kearifan lokal, untuk memperketat pengawasan di sepanjang bibir pantai.
Kehadiran pedagang musiman memang sering kali membuat tata ruang objek wisata menjadi semrawut dan mengganggu kenyamanan wisatawan.
Dengan adanya pengawasan berlapis ini, Pemkab Pangandaran berharap libur Lebaran 2026 tidak hanya menjadi pesta bagi para pelancong, tetapi juga memberikan keadilan bagi warga lokal yang telah setia menjaga keindahan pesisir sepanjang tahun.
Kini, gerbang Pangandaran telah dijaga. Bagi para "pendatang" yang berniat menggelar lapak dadakan, nampaknya harus berpikir dua kali jika tak ingin kepulangan mereka dikawal langsung oleh petugas di perbatasan.
Artikel ini telah tayang di website harapanrakyat.com media jaringan Suara.com dengan judul "Satpol PP Hadang Pedagang Musiman yang Masuk ke Pangandaran"
Tag
Berita Terkait
-
Tragedi Subuh di Nagreg: Kisah Pilu Pemudik Ciamis yang Tak Sampai Tujuan
-
Maut di Balik Sepasang Sandal: Kisah Tragis Ayub yang Terseret Arus Sungai Citanduy Berakhir
-
THR dari Gedung Sate: Libur Lebaran, Bayar Pajak Kendaraan di Jabar Diskon 10 Persen
-
Nenek Mengintip, Kedok Guru Ngaji di Garut Terbongkar: Nyaris Tewas Diamuk Massa yang Murka
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Hajar Tampines Rovers 1-0, Igor Tolic Akui Fisik Skuad Persib Mulai Terkuras
-
Pengamat: Polarisasi Opini di Kasus Eks Jampidsus Berpotensi Ganggu Asas Praduga Tak Bersalah
-
Biar Mantan Istri Mau Rujuk, Ayah di Bandung Barat Tega Aniaya Anak Kandung Berusia 5 Tahun
-
Misteri Venue Semifinal Piala Presiden 2026: Batal di Bandung dan Surabaya, Pindah ke Luar Jawa?
-
Konsep Wellness Living Memikat Pasar, Sentul City Optimistis Tren Positif Hingga Akhir 2026